Aliansi Mahasiswa-Masyarakat Tolak Pembubaran Direktorat PAUD dan Dikmas

Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Sulawesi Selatan, Pria Gunawan, berdialog dengan perwakilan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Tolak Pembubaran Direktorat PAUD dan Dikmas. (Foto:Munir/MAKASSARCHANNELCOM)

MAKASSARCHANNEL.COM – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Pendidikan Masyarakat berunjuk rasa menolak kebijakan Mendikbud terkait pembubaran Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kamis (26/12/2019).

Mereka melakukan orasi dan membentangkan soanduk di teras Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Sulawesi Selatan. Mereka mengklaim, aksi berunjuk rasa dilakukan juga di Gedung DPRD Sulsel.

Orasi berlangsung sekitar 30 menit sebelum perwakilan mereka berdialog dan Kepala BP-PAUD dan Dikmas Pria Gunawan SH Msi didampingi Kepala Sub Bagian Umum dan Kepala Seksi BP – PAUD dan Dikmas Sulsel.

Dalam pernyataan sikap aliansi yang ditandatangani Jenderal Lapangan Ismail Mahmud ini mereka juga menolak pembubaran Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan yang melebur ke Direktorat Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Alasannya, karena sifat pendidikan nonformal dan pendidikan sangat berbeda dengan pendidikan formar sehingga harus ditangani oleh orang yang paham di bidangnya.

Tonton Videonya Di Sini :

https://www.youtube.com/watch?v=iE-Y3Zi1kyc&t=259s

Mereka juga secara tegas menyatakan penolakan Mendikbud yang membubarkan Direktorat Kursus dan Pelatihan.

Kepala BP-PAUD dan Dikmas Sulsel Pria Gunawan saat berdialog dengan perwakilan aliansi mahasiswa dan masyarakat ini mengatakan, Balai masih menunggu konssep dari kebijakan Mendikbud terkait peleburan Direktorat PAUD dan Dikmas.

“Kami masih menunggu dan berharap lahir konsep yang lebih bagus. Harapannya konsep tersebut lebih baik dan lehih efektif,” kata Pria Gunawan.

Dia meyakinkan mahasiswa bahwa bahwa saat ini pimpinan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang membuat konsep yang diharapkan lebih baik lagi bagi pengembangan pendidikan di masa depan.

Sebelum bubar Jenderal Lapangan Aksi ini, Ismail Mahmud, mengatakan, akan menggelar lagi aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka belum direspons.

“Hari Senin, kami akan melakukan aksi lagi dengan massa yang lebih besar,” kata Ismail. (har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *