Geliat Budidaya Udang Windu di Lampesso Takalar Sejak Aplikasikan Teknologi Pengendalian Ekosistem Mikro Temuan Alimuddin Namba (1)

Daeng Muntu, petani tambak di Dusun Bungung Baraniaya, Kampung Lampesso, Desa Banyuara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. (Foto : Muhammad Said Welikin/MAKASSARCHANNELCOM).

KETIKA matahari naik sepenggalan, keluarga besar Daeng Muntu sudah berada di tambak belakang rumahnya untuk memanen udang windu. Aktivitas panen ini sudah menjadi ritual mingguan bagi keluarga tersebut.

Saat wartawan media ini, tiba kediaman Daeng Muntu di Dusun Bungung Baraniaya, Kampung Lampesso, Desa Banyuara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sabtu(14/12/2019) siang, ritual panennya sudah selesai. Hasil panen sedang ditimbang.

Senyum Dg Muntu sekeluarga terlihat semringah. Betapa tidak, tiap kali panen, hasilnya selalu sesuai prediksi. Pekan ini misalnya, udang size rata-rata 30 mencapai 40 kilogram setiap kali panen.

Berikut petikan perbincangan dengan lelaki berpostur tinggi kurus yang usianya sedang menapak di angka 68 tahun itu. Penuturan Dg Muntu yang sangat kental dengan logat Makassar ini bakal diturunkan dalam beberapa tulisan.

Daeng Muntu mengaku sangat bersyukur sebulan terakhir ini, karena bisa menikmati panen udang windu setiap pekan dari tambak di terletak di belakang rumahnya. Hasil yang diperoleh seperti yang prediksa saat menebar bibit udang. Itu sangat berbeda dengan masa sebelumnya yang ketika itu laksana mengadu nasib. Sulit memprediksi hasil yang akan dituai dari puluhan ribu bibit udang yang ditebar.

Baca Juga :
Potret dan Puisi di Hari Ibu

Daeng Muntu mengaku, sekarang, dia sudah bisa memprediksi hasil atau keuntungan yang akan diraih dalam kurun waktu, dua hingga tiga bulan ke depan, berkat bantuan Alimuddin Namba.

Sembari memperbaiki posisi duduknya, dengan mimik serius, Daeng Muntu berkisah, sekitar empat bulan silam, Dia berkeluh kesah kepada kepada Daeng Namba tentang udang peliharaannya yang gagal panen, karena nyaris semua bibit yang ditebar mati sebelum tiba waktu panen.

Daeng Namba yang dimaksud oleh Daeng Muntu adalah, Ir Alimuddin Namba yang lahir di Desa Moncongkomba, Polongbangkeng, Takalar. Pria jebolan Fakultas Peternakan dan Perikanan Unhas ini, adalah teknologi pengendalian ekosistem mikro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *