Tagana Masuk Sekolah di SDN Kompleks Sambung Jawa

Simulasi pertolongan pada korban bencan alam oleh murid SDN kompleks Sambung Jawa pada proram Tagana Masuk sekolah, Jumat (20/12/2019). (Foto : Dok Rusdin Tompo).

MAKASSARCHANNEL.COM – “Apakah ada yang tahu apa itu Tagana?” tanya Syakhruddin DN kepada ratusan murid yang berbaris rapi di depannya. “Beluuuum,” jawab murid-murid tersebut kompak.

Begitulah suasana edukasi mitigasi bencana yang dibawakan oleh Syakhruddin DN, salah seorang perintis Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia di SDN Kompleks Sambung Jawa, Jumat, 20 Desember 2019.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Sosial tentang Mitigasi Kebencanaan pada Satuan Pendidikan Melalui Program Tagana Masuk Sekolah.

Singkatnya, inilah kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang dilakukan untuk mengenalkan Tagana dan tugas-tugasnya kepada masyarakat luas.

“Bencana itu punya matarantai yang panjang. Sebelum terjadi, saat terjadi, dan setelah terjadi,” jelas lelaki yang kini terdaftar sebagai pengajar pada Jurusan PMI Kessos, Fakultas Dakwah dan Komunilasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar itu.

Baca Juga :
DK3N dan Asosiasi Rampungkan Pedoman Budaya K3

Menurutnya, upaya-upaya mengurangi dampak bencana memang sudah harus dilakukan sejak dini, masuk ke sekolah-sekolah, melalui berbagai pendekatan.

Ditambahkan, jika kegiatan untuk anak-anak maka akan lebih banyak bermain. Jika untuk pelajar SMA, tentu lebih pada pendekatan teknik memberikan pertolongan, sedangkan untuk mahasiswa lebih banyak pada pengembangan wawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *