Acara “Ngopi Itu Hak Asasi” Akan Jadi Agenda Tahunan

MAKASSARCHANNEL.COM – Persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) tak hanya berkaitan dengan isu-isu politik, ekonomi, dan hukum, tapi juga kerja-kerja kebudayaan. Karena itu, aktivitas berkesenian perlu dilindungi dan para seniman diberi ruang untuk berekspresi. Seperti yang dilakukan sejumlah seniman, penyair, pegiat HAM dan akademisi di Etika Studio, Selasa (10/12/ 2019).

“Saya mengapresiasi teman-teman di Etika Studio ini yang memperingati Hari HAM Sedunia dengan cara yang kreatif,” kata Dr Muhammad Faisal MRa akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Rusdin Tompo, yang malam itu menjadi pemandu acara “Ngopi itu Hak Asasi”, menjelaskan, ide acara ini sederhana dan dipersiapkan sangat singkat. Tak lebih dari 10 hari.

Inisiatornya, Rusdin Tompo, AH Rimba, dan Ivan, hendak menghadirkan kegiatan kampanye publik bertema HAM dengan cara yang menghibur dan asyik. Mereka meyakini, nilai-nilai HAM yang universal akan menjadi perekat gelaran kegiatan ini.

“Ini merupakan kerja jaringan, yang bahasa kerennya networking. Tapi gampangnya, saya sebut teman ajak teman,” kisah Rusdin mengawali acara “Ngopi itu Hak Asasi”.

Baca Juga :
Isu Pungli Di Program Jokowi Satu Juta Sambungan Untuk 1050 KK Usulan PADM Takalar, Ini Detailnya

Pria yang belakangan menjalani profesi sebagai penulis itu, kemudian membacakan puisi Wiji Thukul sebagai pembuka acara.

Berbarengan dengan itu, di sudut lain, tiga orang seniman mulai memainkan kuasnya di atas kanvas seukuran 1×1 meter. Ketiga seniman tersebut, yakni AH. Rimba dari Rumah Seni Kasumba, Jenri Pasassan, dan Faisal Syarif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *