Pemilik Lahan SDN Bontonompo Dihalangi Ketemu Bupati Takalar, Direktur LK2P Bilang Begini

Yusuf Karma bersama M Tahir Dg Nompo. (Foto : M Said Welikin/MAKASSARCHANNELCOM)

MAKASSARCHANNEL.COM – Sudah 32 hari murid SD Negeri Bontonompo Kelurahan Canrego Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) Kabupaten Takalar, terpaksa belajar di kolom rumah warga karena sekolah mereka disegel pemilik lahan.

Pemilik lahan yang menyegel sekolah tersebut, M Tahir Dg Nompo, di Kantor LK2P (Lembaga Kajian Kebijakan Public) di Kelurahan Sabintang Takalar, Selasa (1/10/2019), mengatakan, tidak tega melihat anak-anak sekolah belajar di kolong rumah, tetapi penyegelan terpaksa dilakukan karena pihak Pemkab Takalar tidak menggubris surat yang disampaikan terkait kepemilikan lahan yang ditempati membangun sekolah itu.

“Saya tak ingin anak-anak mengalami hal itu, namun Pemda Takalar tidak peduli. Karena rangkain surat yang telah saya sampaikan sejak tahun 2017 tidak digubris pihak pemerintah daerah,” ungkap Nompo, sapaan akrab M Tahir Dg Nompo .

Nompo berkisah, papan bicara oleh Pemkab Takalar pada bulan September 2017, keesokan harinya ditutup oleh pemilik lahan dan mengajukan surat keberatan ke Pemda pada tanggal 19 September 2017 dengan bukti-bukti kepemilikan lahan tersebut.

Pada tanggal 31 Oktober 2017, pihak Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan mengirim surat bernomor: 127/DLHP/X/2017, kepada Nompo, menjelaskan bahwa lokasi SD Inpres No 153 Kelurahan Canrego telah tercatat dalam daftar aset Pemda dengan nomor sertifikat/ tahun : 20.03.08.05,4.00003/2005 status hak pakai.

Baca Juga :
Pamsimas Bulukumba Gelar Pelatihan Kader AMPL

“Perlu saya sampaikan bahwa tindakan penutupan sekolah ini bukan ujug-ujug saya lakukan, akan tetapi melalui rangkaian panjang. Hal itu dapat dilihat di poin ke 5 surat sanggahan saya tertanggal 09 November 2017, terhadap surat Dinas LHDP Takalar yang ditandatangani Kadis, Andi Rijal Mustamin pada tanggal 31 Oktober,” ungkap Nompo.

“Berdasarkan penjelasan pihak Pemda bahwa mereka memiliki sertifikat hak pakai Nomor : 20.03.08.05,4.00003/2005, maka pada tanggal 27 Maret 2019 saya menyurat ke pihak Badan Pertanahan Takalar, ihwal terbitnya sertifikat tersebut karena sebagai ahli waris almarhumah Karesungguh Dg Sugi bin Mannyuluri, tidak pernah melakukan perbuatan hukum di atas lokasi tersebut, menjual atau menghibahkan kepada pihak lain,” urai Nompo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *