Gasta Takalar Punya Siapa?

Ketua DPC PDI Perjuangan Takalar, Andi Noor Zaelan, salam komando dengan Alamsyah Denma. (Foto : Ist).

MAKASSARCHANNEL.COM – Redaksi media ini menerima beragam respons dari publik setelah mewartakan curahan hati mantan pelatih sekaligus pemain Gasta (Gabungan Sepakbola Takalar), Haeruddin Nyau, tentang mundurnya Gasta dari liga 3 Indonesia, serta tidak berjalannya pembinaan sepakbola di semua jenjang.

Mereka berharap MAKASSARCHANNEL tetap mengawal dan memberitakan permasalahan yang melilit Gasta Takalar sehingga tidak ambil bagian dalam kompetisi Liga 3 Indonesia. Banyak yang berpandangan Gasta milik masyarakat/ Pemda, namun tak sedikit pula yang menganggapnya milik klub.

Minggu (29/9/2019), salah satu tokoh masyarakat Takalar melalui pesan WhatsApp mengatakan, Gasta merupakan aset atau milik Pemda Takalar, sehingga dalam kondisi apapun harus diurus oleh pemerintah, karena kalau tidak diurus, pertanyaannya adalah kepada siapa lagi Gasta menggantungkan harapan?

“Mau bergantung ke siapa…Gasta itu pemda punya…ngeles lagi ini…giliran sukses pemda yg akui,” tulis sang tokoh tersebut.

Mantan anggota DPRD Takalar, Hasbullah Bali, dalam sebuah perbicangan santai di kediamannya di belakang Masjid Agung Takalar, Senin (30/9/2019), mengatakan, mengurus bola butuh dana besar, sementara kemampuan daerah sangat terbatas. Untuk membayar tenaga honorer saja kerepotan.

Baca Juga :
Ini Anggota DPR RI Periode 2014-2019 Yang Tersandung Kasus Korupsi

Hasbullah yang akrab disapa Bali ini, mengatakan, “Bercermin pada klub-klub bola di tanah air yang lagi mengikuti kompetisi liga 1 dan liga 2 saat ini, banyak yang mundur karena persoalan keuangan. Susah dibayangkan bila Gasta lolos liga 3, kemudian naik peringkat ke liga 2, sementara kondisi keuangan saat ini tentu akan lebih memalukan lagi bila dalam perjalanan mendadak mundur.”

Lebih jauh, pria yang punya koloksi uang kuno ini mengatakan, “Apa yang saya sampaikan ini, bukan karena tidak suka melihat Gasta berkembang, akan tetapi melihat realita yang ada.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *