Ini Tanggapan Mundurnya Gasta Takalar dari Liga 3 Indonesia

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Takalar, Dahlan. (Foto : Ist).

MAKASSARCHANNEL.COM – Pernyataan mantan pemain yang juga mantan pelatih Gasta Takalar, Haeruddin Nyau, yang menyebut minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap pembinaan sepakbola di Butta Panrannuangku mendapat beragam tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nyau, sapaan akrab Haeruddin Nyau, mengatakan, salah satu dampak dari kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar, saat ini, terhadap pembinaan sepakbola di Takalar adalah mundurnya Gasta Takalar dari ajang Liga 3 Indonesia.

Padahal, Gasta menurut Nyau pernah berjaya dan menjadi juara Zona Sulsel, beberapa waktu lalu. Ketika itu, penerapan konsep semiprofesional mulai digulirkan.

Nyau yang diberi pernah amanah sebagai pelatih Gasta tahun 2010 – 2011, di era Pemerintahan Bupati Ibrahim Rewa, mengatakan, jika ingin menghasilkan pemain berkualitas maka pembinaan harus dilakukan sejak dini.

Baca Juga :
Gempa Guncang Kepulauan Talaud Sulut

Menanggapi berita tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Takalar, Dahlan, mengatakan, jika ingin sepakbola maju ide terbaik adalah, klub jangan terlalu bergantung pada pemerintah, karena suppor tidak melulu diberikan dalam bantuan pendanaan saja.

“Ide yang bagus mungkin adlh, club’ jgn bergantung pada pemerintah, support bukan harus melulu kucuran dana, tapi memberi ruang dan penguatan itu sudah merupakan bentuk perhatian pemda,” tulis Dahlan melalui WhatsApp, Minggu (29/9/2019).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *