BERITA TERKINIRAGAM INFO

Hujan Guyur Sulsel Pekan Pertama 2026

×

Hujan Guyur Sulsel Pekan Pertama 2026

Sebarkan artikel ini
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar memprakirakan, hujan bakal guyur Sulsel pekan pertama 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengimbau masyarakat waspadai cuaca ekstrem di Gowa yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2025.

MAKASSARCHANNEL, MAKASSARBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar memprakirakan, hujan bakal guyur Sulsel pekan pertama Januari 2026.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Bimo, mengatakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat bakal terjadi di Sulsel bagian barat.

“Cuaca pekan pertama 7 Januari 2026, hujan dominan turun di Sulsel bagian Barat,” kata Bimo, Kamis (1/1/2026).

Dasarian (sepuluh hari pertama) pertama, terhitung 31 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026 potensi hujan lebat di Sulsel bagian Barat.

“Potensi hujan di angka 200 hingga 300 mm dalam tujuh hari,” kata Bimo.

Kategori Ekstrem

Bimo mengatakan, dalam satu meter persegi, potensi hujan sampai 200 hingga 300 liter. Potensi hujan tersebut sudah masuk kategori ekstrem.

Wilayah paling berpotensi hujan di Parepare, Pangkep, Barru, Maros, Makassar, Gowa, Takalar hingga sebagian Jeneponto.

Potensi angin kencang juga mengancam khususnya di daerah wilayah Selatan.
Meliputi Bantaeng, Selayar, Jeneponto maupun Bulukumba.

“Beberapa wilayah lain (cuaca) normal. Intensitas hujan rendah.Di Wajo, Luwu, Sidrap dan sebagian Bone cenderung kering,” sambungnya.

Penjelasan BPBD

Merespons prakiraan cuaca BMKG Wilayah Makassar tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo meminta masyarakat mulai secara rutin memperhatikan kebersihan drainase atau selokan.

Sampah menumpuk pada aliran air bisa menyebabkan banjir. Apalagi di wilayah pemukiman warga.

“Menghadapi curah hujan tinggi ini harus dibenahi bersama. Sungai yang menyempit dan dangkal, drainase yang perlu dibersihkan. Pernah kejadian di Palopo banjir, ada sampah nyangkut di Sungai sampai banjir,” kata Amson Padolo.

Selain itu, warga juga diminta mulai memperhatikan pohon-pohon yang rawan tumbang.

Pantau Informasi Cuaca

Begitu juga dengan instansi vertikal agar memperhatikan kondisi pohon di wilayah kerjanya.

Pohon di bahu jalan menurut Amson juga penting peremajaan. Perlu pemangkasan ranting pohon yang rapuh dan menjalar ke badan jalan.

BPBD Sulsel meminta kepada masyarakat maupun nelayan selalu memantau informasi cuaca sebelum memutuskan berlayar.

“Kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk berlayar, jangan dulu berlayar untuk menghindari kondisi yang tidak kita harapkan,” kata Amson Padolo.

Wisata Pantai

Di tengah masa libur tahun baru, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Muhammad Arafah mengingatkan Masyarakat selalu waspada di tengah kegembiraan berlibur.

Sulsel dihadapkan pada potensi cuaca buruk di puncak musim hujan. Wisatawan tidak perlu terlalu euforia kalau melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata.

Wisata pantai harus menjadi perhatian di tengah potensi buruk. Khususnya di wilayah Takalar, Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba dan Selayar.

Destinasi wisata rawan longsor juga sudah terpetakan. Di antaranya destinasi di Tana Toraja, Toraja Utara dan Malino Kabupaten Gowa.

Arafah mengaku sudah membuat surat edaran ke kepala daerah di Sulsel sebagai imbauan antisipasi destinasi wisata yang potensi terjadi bencana.***

Tinggalkan Balasan