“Pemerintah Provinsi Sulsel memberi imun pada pola pikir generasi. Utamanya dalam menangkal jalan kompas (hal negatif). Dekatkan Al Qur’an,” ujarnya.
Andi Sudirman mencontohkan, program gerakan 15 menit mengaji untuk SMA/ SMK, program literasi Quran 30 menit setiap hari Jumat, serta menyiapkan jalur prestasi bebas masuk SMA/ SMK Negeri di Sulsel bagi penghafal Alquran (hafiz) minimal 10 juz. Ia mendorong Perguruan Tinggi menerapkan bebas tes untuk penghafal Al Qur’an.
Berita Terkait :
Buka Pelatihan Untuk Kasubag Program, Wagub Sulsel Bilang Ini
“Kami meminta masjid mengembalikan kepada fungsinya. Bagaimana mendidik anak-anak kita, tidak ada lagi penyimpangan. Mereka boleh belajar agama, tapi betul-betul agama lurus. Dekatkanlah mereka ke Al-Qur’an. Insyaallah ada faedah di dalamnya,” katanya.
Ia mengajak Pimpinan Pondok Pesantren untuk memanfaatkannya sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.
“Saya minta sekarang pesantren-pesantren manfaatkan saya sebagai Wakil Gubernur untuk hal-hal yang positif. Apa saja potensi pada kami, silakan. Saya sebagai Wakil Gubernur untuk masyarakat semuanya. Untuk kepentingan kita semua,” katanya.













