MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Taati imbauan bekerja dari rumah (work from home), guru SDN Borong rapat online, Jumat (27/3/2020).
Rapat dewan guru di SD Negeri Borong ini berbeda dengan hari-hari biasanya. Jika lazimnya mereka rapat tatap muka dalam ruangan yang sama, kali ini melalui online.
Pertemuan daring itu untuk mematuhi imbauan pemerintah agar kerja dari rumah saja. Ini akibat merebaknya Virus Corona di sejumlah daerah di Tanah Air, termasuk Sulsel.
Rapat perdana menggunakan aplikasi zoom ini dipimpin Kepala SD Negeri Borong, Dra Hendriati Sabir MPd.
Moderator rapat yang penuh sejarah ini adalah M Amin Syam SPd yang sehari-hari merupakan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Bahas Surat Edaran Mendikbud
Menurut Hendriati Sabir, ada tiga agenda rapat hari itu, yakni Surat Edaran (SE) Mendikbud No 4 Tahun 2020.
SE itu tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, pelaksanaan ujian sekolah, dan pelaksanaan ulangan harian dengan menggunakan google classroom.
Amin Syam mengakui rapat menggunakan perangkat teknologi sangat membntu dalam situasi seperti sekarang.
Ini bentuk kontribusi yang bisa dilakukan dimana setiap orang diajak tetap berada di rumahnya dan tetap work from home untuk memutus mata rantai Virus Corona.
“Teman-teman juga mau tidak mau harus belajar mengikuti perkembangan zaman yang menuntut pemanfaatan teknologi canggih dalam pembelajaran,” ungkapnya usai menunaikan tugas sebagai moderator rapat.
Pengalaman Pertama
Sejumlah guru tampaknya menikmati pengalaman pertamanya dengan membagikan suasana rapat mereka dalam bentuk status WhatsApp.
Ini terbaca pada status Evawaty Bahtiar, Neni Wahyuni, dan Rosmawaty. Mereka terlihat senang karena bisa tetap bekerja melaksanakan tugas sekaligus bersilaturahmi dengan pimpinan dan rekan gurunya.
Andi Etty Cahyani, S.Pd berkisah bahwa rapat dengan bertatapan langsung begitu menyenangkan. Sambil bertukar pendapat mereka juga bisa melihat suasana rumah dari teman-temannya.
“Alhamdulillah rapatnya menyenangkan karena kita muncul dengan wajah yang asli. Adami yang belum mandi, ada juga yang baru pakai mukena,” ungkap Andi Etty dalam logat Makassar.
Terjadwal
Meski begitu, katanya, apa yang dibahas dan ingin dicapai dalam rapat terpenuhi.
Pemberlakuan social distancing, yang kini diubah oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO, dengan physical distancing, memang tak harus menyurutkan produktivitas kerja.
Apalagi bagi guru yang masih terus secara terjadwal melakukan pembelajaran daring, seperti dilakukan guru-guru SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Makassar.
Rapat secara online diikuti 11 guru yakni, M Amin Syam, Rabiah, Andi Sumi, Andi Zubaedah, Eda, Evawaty Bahtiar, Andi Etty Cahyani, Neni Wahyuni, Hanida, dan Rosmiaty.
Beberapa guru lainnya tidak bisa ambil bagian karena mengalami kendala jaringan internetnya yang tidak stabil.
“Semoga dalam rapat daring berikutnya makin bertambah pesertanya,” harap Hendriati Sabir. (har)













