Penulis buku yang menggunakan metode seni dalam kegiatan literasi ini menjelaskan, dengan memanfaatkan hari-hari besar, diharapkan akan menambah wawasan anak.
“Anak termotivasi meng-up date pengetahuan dan rasa ingin tahunya. Bisa terbangun kesadaran kritis anak dengan belajar langsung dari lapangan atau alam sekitarnya,” katanya.
Pada pertemuan pekan sebelumnya, Kamis (11/11/2021), Rusdin Tompo mengajak anak-anak menggambar pahlawan. Dia sengaja membawa poster bergambar Proklamator RI, Soekarno-Hatta, pahlawan revolusi, tokoh kebangkitan nasional, dan pejuang lainnya, sebagai media pembelajaran.
Berita Terkait :
Kunjungi Perpustakaan Ibu Dan Anak, Bunda Pustaka SDN Borong Lakukan Ini
Rusdin bercerita bahwa peringatan Hari Pahlawan didasarkan pada kisah arek-arek Surabaya yang gigih menentang kehadiran penjajah. Saat itu, ada tokoh yang terkenal, yakni Bung Tomo.
“Ada juga pahlawan perempuan, Pak. RA Kartini, namanya,” kata Syifah Putri Nadiatul Khasanah menimpali.
Murid kelas 4 itu menyela ketika Rusdin Tompo sedang menerangkan, itu karena pada poster yang diperlihatkan tidak ada gambar pahlawan perempuan.
Rusdin Tompo lalu menjelaskan, memang ada banyak pahlawan perempuan, di antaranya Cut Nyak Dien dari Aceh, Martha Christina Tiahahu dari Maluku dan Opu Daeng Risaju dari Sulawesi Selatan.













