BERITA TERKINIEKBIS

Garuda Terbang Langsung Dari Mandai Ke Jeddah

×

Garuda Terbang Langsung Dari Mandai Ke Jeddah

Sebarkan artikel ini
Garuda terbang langsung dari Mandai ke Jeddah Arab Saudi untuk melayani jamaah umrah dari Sulawesi Selatan

MAKASSARCHANNEL, MANDAI MAROSGaruda terbang langsung dari Mandai ke Jeddah, Arab Saudi untuk melayani jamaah umrah.

Penerbangan perdana berlangsung dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Mandai, Maros, Minggu (13/7/2025), mengangkut 360 jamaah menggunakan armada Airbus Neo.

Sebanyak 360 jamaah itu merupakan peserta umrah dari Safina Travel, mitra resmi Garuda Indonesia dalam layanan umrah.

Chief Executive Officer (CEO) Dream Aviation, Muhammad Umar Bakadam, mengatakan, pembukaan rute ini adalah bagian dari ekspansi penerbangan umrah nasional.

“Sebelumnya kami juga baru saja melepas penerbangan perdana dari Surabaya. Hari ini giliran dari Makassar,” jelas Umar Bakadam.

18 Penerbangan Sepekan

Dia mengungkapkan, Garuda bersama Safina Travel telah menyiapkan total penerbangan umrah tiap pekan dari sejumlah kota besar di Indonesia.

Umar Bakadam menguraikan, penerbangan Makassar-Jeddah empat kali sepekan. Surabaya-Jeddah enam kali, Jakarta empat kali, Palembang dan Medan masing-masing dua kali.

Ia menyebut, sebanyak 360 kursi pada penerbangan perdana Mandai-Jeddah terisi penuh. Itu menunjukkan antusiasme masyarakat.

“Dan sepanjang bulan Juli ini, semua penerbangan umrah kami dari Makassar sudah full booking,” tambah Umar Bakadam.

Kerja Sama Mulai Semester Lalu

General Manager (GM) PT Garuda Indonesia, Arne Suryoyudo Sasmita, mengatakan kerja sama dengan Safina Travel sudah berjalan sejak semester lalu.

“Awalnya hanya dua kali seminggu, tapi musim ini kami tingkatkan jadi empat kali karena permintaan dari Sulawesi Selatan sangat tinggi,” kata Arne.

Ia menjelaskan, pihaknya menyiapkan pesawat terbaik, yaitu Airbus Neo, untuk menjamin kenyamanan jamaah selama perjalanan jauh ke Tanah Suci.

“Kami ingin memberikan pengalaman ibadah yang nyaman sejak dari tanah air. Fasilitas dan layanan kami siapkan sebaik mungkin,” urai Arne.

Tantangan Tersendiri

Ia berharap selain menguntungkan maskapai dan travel, penerbangan langsung tersebut memberi kemudahan lebih luas bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya.

“Pasar umrah dari Indonesia timur ini sangat potensial, dan kami hadir untuk memenuhi kebutuhan itu secara langsung,” ujar Arne.

Sementara General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menyatakan pihaknya terus berbenah untuk mendukung penerbangan internasional termasuk umrah.

“Penerbangan umrah menggunakan pesawat wide body tentu jadi tantangan tersendiri bagi bandara yang sedang dalam tahap pengembangan,” katanya.

Terminal Baru Rampung September 2025

Ia menyebut, pembangunan terminal baru sudah mencapai 86 persen dan ditargetkan rampung akhir September atau paling lambat akhir 2025.

“Kami tetap menjamin kelancaran operasional meski masih menggunakan terminal sementara, termasuk dengan pengaturan khusus saat ada penerbangan internasional,” jelas Minggus.

Menurutnya, kapasitas terminal sementara sekitar 400 kursi, namun pihaknya telah menyiapkan sistem pengaturan penumpang agar tidak mengganggu arus pelayanan reguler.

“Kami pastikan jemaah tetap dilayani dengan baik. Ketika ada penerbangan umrah, kami akan lakukan penyesuaian agar proses tetap lancar,” ujar Minggus.

Ia menambahkan, jika pembangunan bandara rampung, pihaknya akan menyiapkan ruang khusus bagi pengantar jemaah agar suasana lebih tertib dan nyaman.

“Kami desain seperti lounge, agar pengantar tidak berdesakan dan tetap bisa memberi dukungan hangat sebelum jamaah berangkat,” janji Minggus. ***

Tinggalkan Balasan