BERITA TERKINIEKBIS

Gapoktan Harapan Baru Cendana Hitam Timur Raih SHU Rp223 Juta

×

Gapoktan Harapan Baru Cendana Hitam Timur Raih SHU Rp223 Juta

Sebarkan artikel ini
Gabungan Kelompok Tani, Gapoktan Harapan Baru Cendana Hitam Timur, Tomoni Timur, Lutim, raih SHU Rp223 juta.

MAKASSARCHANNEL, TOMONI TIMUR LUTIM – Gabungan Kelompok Tani, Gapoktan Harapan Baru Cendana Hitam Timur, Tomoni Timur, Lutim, raih SHU Rp223 juta.

Raihan Sisa Hasil Usaha (SHU) itu terungkap dalam RAT Gapoktan Harapan Baru Semester II 2024 di aula desa setempat, Kamis (13/3/2025).

Hadir Camat Tomoni Timur Yulius, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Tomoni Timur Yudit Toding, serta Pj Kades Cendana Hitam Timur Duma.

Dari jajaran pengurus Gapoktan tampak Ketua Lius Randan Todongan, Sekretaris I Made Ekalaya, dan Bendahara Samsul Bahri.

Hadir 18 Kelompok Tani

Rapat Akhir Tahun (RAT) tersebut mempertemukan Pengurus Gapoktan dengan 18 kelompok tani yang tergabung di organisasi itu.

Dalam RAT itu, Camat Tomoni Timur Yulius menegaskan pentingnya RAT sebagai forum akuntabilitas sekaligus ruang mencari solusi bagi petani.

“RAT bukan hanya soal laporan keuangan, tapi juga momentum untuk menyusun strategi menghadapi berbagai tantangan pertanian,” ujar Yulius.

Lebih dari itu, forum ini menjadi ajang transparansi keuangan dan diskusi mendalam mengenai tantangan yang dihadapi para petani.

Bahkan, RAT Gapoktan Harapan Baru Cendana Hitam Timur menjadi wadah bagi petani untuk menyuarakan aspirasi.

Di tengah tantangan yang ada, sinergi antara petani, Gapoktan, dan pemerintah menjadi kunci menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.

Keluhkan Keterbatasan Pupuk

Sesi tanya-jawab berlangsung dinamis. Petani mengeluhkan keterbatasan pupuk, kendala pengairan, hingga denda bagi kelompok tani yang menunggak kewajiban ke Gapoktan.

Mereka juga meminta pemerintah desa memfasilitasi pengadaan bibit unggul melalui alokasi dana desa.

Kepala BPP Tomoni Timur Yudit Toding mengingatkan pentingnya disiplin dalam jadwal tanam sesuai kesepakatan dalam pertemuan Tudang Sipulung.

“Konsistensi dalam jadwal tanam akan menentukan kualitas dan hasil panen,” kata Yudit Toding. (yus)

Tinggalkan Balasan