BERITA TERKINIOLAHRAGA

Gagal ke Final Piala Asia, Garuda Pertiwi Butuh Sentuhan

×

Gagal ke Final Piala Asia, Garuda Pertiwi Butuh Sentuhan

Sebarkan artikel ini
Gagal ke Final Piala Asia, Garuda Pertiwi Butuh Sentuhan setelah kalah pada pertandingan terakhir melawan Taiwan
Timnas Putri Indonesia (Foto: Instagram Timnas Indonesia)

MAKASSARCHANNEL – Kalah tipis 1-2 atas Timnas Putri Taiwan, Garuda Pertiwi gagal melangkah ke final Piala Asia Wanita 2026.

Timnas Putri Indonesia tak mampu mengalahkan Taiwan di pertandingan pamungkas, Sabtu (5/7/2025) malam di Indomilk Arena, Tangerang.

Sebagai tuan rumah Grup D Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026, Safira Ika dkk harus finis di urutan ketiga dengan 3 poin.

Tiga kali pertandingan, Tim asuhan Satoru Mochizuki hanya satu kali menang, ketika melawan Kirgistan.

Timnas Taiwan tanpa kekalahan meraih 9 poin menjadi juara grup. Tim Mulan maju ke babak final akan berlangsung di Australia Maret 2026.

Sementara posisi kedua direbut Timnas Putri Pakistan, setelah mengalahkan tuan rumah Indonesia dan Timnas Kirgistan dan meraih 6 poin.

Masih Butuh Waktu dan Sentuhan

Kekalahan beruntun dua pertandingan terakhir menegaskan Timnas Putri Indonesia masih butuh waktu berproses. Butuh ”sentuhan” lebih serius untuk mengelola kekuatan secara potensial.

Garuda Pertiwi punya potensi memadai dengan pemain-pemain muda. Mereka memiliki motivasi yang kuat. Kemampuan dan teknik individu yang lumayan memadai.

Kekuatan Timnas Putri Indonesia makin bartambah ketika Satoru Mochizuki mulai memainkan 4 pemain naturalisasi dari Belanda.

Mereka memiliki teknik dan kemampuan individu yang baik dan dipuji sang pelatih.

Namun potensi itu belum matang berpadu dalam kemistri tim untuk membangun kekuatan kolektif. Komunikasi antarpemain belum sempurna.

Soliditas serangan belum tertata. Mereka mampu membangun serangan dengan kemampuan dan teknik individu.

Namun dalam momentum tertentu membiarkan pertahanan jadi rapuh. Momen ini yang jeli dimanfaatkan Timnas Pakistan.

Kemampuan menyerang tetapi minus penyelesaian akhir menjadi salah satu kelemahan Timnas Putri. Banyak peluang, tetapi tidak menghasilkan gol.

Timnas ini sudah memadai. Butuh waktu memadukan potensi ini menjadi kekuatan yang solid.

Butuh pelatih yang lebih mampu menjahit dan memoles potensi ini menjadi tim kuat. Memiliki strategi dan taktik yang baik menghadapi setiap pertandingan.

Pengalaman Berharga

Meski gagal meraih tiket ke Australia, kualifikasi ini memberi pelajaran dan pengalaman bagi Timnas Putri Indonesia.

Ketua PSSI Erick Thohir menyatakan kualifikasi ini menjadi pengalaman berharga bagi Timnas Putri dan PSSI.

”Tiga pertandingan di Kualifikasi Piala Asia ini menjadi pengalaman berharga untuk kami. Turun dengan skuad muda, kami yakin para pemain bisa lebih berkembang di masa depan,” tulis Erick Thohir di akun Instagramnya.

Erick juga menyampaikan terima kasih kepada Timnas Indonesia Putri telah berjuang sekuat tenaga. Mereka menghadapi Taiwan berada di peringkat ke-42 rangking FIFA. ***

Tinggalkan Balasan