MAKASSARCHANNEL – Menyusul perseteruannya dengan Presiden Donald Trump, miliarder Elon Musk mendirikan partai baru dengan nama America Party (Partai Amerika).
Musk mengumumkan informasi ini melalui akun X (Twitter) media sosial yang telah dimilikinya, Sabtu waktu setempat.
Setelah berseteru dengan karibnya Donald Trump, Musk menyatakan keprihatinan atas kebangkrutan negara karena pemborosan dan korupsi dengan hidup dalam sistem satu partai.
”Jika menyangkut kebangkrutan negara kita dengan pemborosan & korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, itu bukan demokrasi,” tulis Musk di akun X.
Tiga Partai
Apabila langkah pemilik Telsa perusahaan raksasa mobil listrik ini terwujud, Amerika Serikat akan memiliki tiga partai.
Selama ini negara adidaya ini hanya punya dua partai yakni Partai Demokrat dan Partai Republik. Donald Trump menjadi Presiden dari Partai Republik.
Mengutip BBC, belum jelas apakah partai Elon Musk telah terdaftar secara resmi di otoritas pemilihan AS. Selain itu belum jelas siapa yang akan memimpin partai bentukan pemilik perusahaan jaringan internet satelit Starlink ini.
Hingga hari Sabtu, Komisi Pemilihan Umum Federal belum menerbitkan dokumen yang menunjukkan partai tersebut telah terdaftar secara resmi.
Jajak Pendapat
Selama perseteruan dengan Presiden Trump, Elon Masuk mendirikan partai diwali jajak pendapat melalui X. Ia menanyakan kepada para pengguna X apakah harus ada partai politik baru di Amerika Serikat?
Elon Musk menyampaikan hasil jajak pendapat itu dengan menyebutnya 2 berbanding 1 yang menginginkan partai politik baru di AS.
”Hari ini Partai Amerika terbentuk untuk mengembalikan kebebasan anda,” ungkap Elon Musk.
Mengutip CCN, Musk menginginkan sebuah partai yang konservatif secara fiskal dan mengendalikan pengeluaran.
Namun, ia belum memberikan sedikit rincian tentang seperti apa platform partai yang didirikan itu nantinya.
Selain memiliki raksasa mobil mobil listrik, Telsa, Musk juga adalah pemilik perusahaan satelit SpaceX. Perusahaan ini juga meluncurkan roket untuk kebutuhan Pemerintah AS.
Musk juga memiliki Starlink, perusahaan yang juga menyediakan layanan satelit untuk pasukan pertahanan AS dan Eropa. ***











