MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kinerja ekspor Sulsel 2025 turun 3 hingga 4 persen sepanjang tahun 2025, dibanding tahun sebelumnya.
Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Dewan Pengurus Daerah Sulselbar, Arief R Pabettingi, menyebut meski kinerja ekspor turun 3 hingga 4 persen, namun masih relatif stabil.
Alasannya, Sulsel bukan kawasan industri besar, tetapi daerah berbasis ekonomi masyarakat, sehingga pergerakan ekspornya cenderung bertumpu pada sektor primer.
Dia mengatakan, dari lima komoditas utama ekspor Sulsel sepanjang tahun 2025, nikel masih mendominasi, menyusul rumput laut, hasil olahan ikan, budidaya perikanan, serta sektor pertanian.
“Lima komoditas itu, selama ini menjadi penopang utama ekspor Sulsel,” kata Arief, di Makassar, Jumat (2/1/2026).
Tidak Berubah Signifikan
Bicara peluang tahun 2026, Arief memprediksi, struktur komoditas ekspor Sulsel tidak akan mengalami perubahan signifikan.
Sektor perikanan, kelautan, dan pertanian masih akan menjadi kekuatan utama. Termasuk komoditas ikan, rumput laut, kayu olahan, serta kakao.
Dari sisi pasar tujuan, lanjut Arief, ada beberapa negara tujuan utama ekspor Sulsel sepanjang 2025, yakni ; Jepang, China, Korea, dan Malaysia,
Ada juga beberapa negara di kawasan Afrika seperti Mesir, Nigeria, dan Tunisia mulai menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan dengan Sulsel.
Ekonomi Global
Mengenai kondisi ekonomi global di tahun 2026, Arief menilai memperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan 2025.
Dia mengatakan, meski ada ketegangan geopolitik global, antara China dengan Amerika Serikat dan Korea, dampaknya terhadap ekspor Sulsel masih relatif terbatas.
“Kondisi 2026 saya lihat tidak jauh berbeda dengan 2025, sangat tergantung pada kondisi ekonomi dunia,” jelas Arief.
Dominasi Nikel
Data BPS Sulawesi Selatan menunjukkan, komoditas nikel masih mendominasi ekspor tertinggi Sulsel, khususnya bulan Oktober 2025. Persentasenya mencapai 60,46 persen dari total ekspor.
Menyusul komoditas kakao sebesar 15,59 persen, biji-bijian berminyak 8,00 persen, besi dan baja 6,45 persen, serta ikan dan udang 2,84 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sulsel, Suri Handayani, mengatakan nilai ekspor Januari sampai Oktober 2025 menurun sebesar 20,98 persen.
“Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya ekspor beberapa komoditas utama,” katanya pada rilis BPS Sulsel periode Desember 2025. (bas)













