MAKASARCHANNEL, MAKASSAR – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sulsel kembali luncurkan Program KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan dan Tuntas Layanan Administrasi Kependudukan)
Peluncuran KISAK berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (24/6/2025).
Program Nasional
Diketahui, KISAK adalah program nasional yang dicetuskan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK tanggal 8-10 dan 16 Maret 2021.
Sebelumnya Dukcapil Sulsel melaunching program ini lima tahun lalu, saat masih pandemi Covid-19, pada 2 Juni 2021 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar.
Peluncuran saat itu menandai Sulsel sebagai pelopor pelaksanaan Program KISAK.
Sinergi Dukcapil dan TP PKK
Kepala Dinas Dukcapil Sulsel, M. Iqbal S. Suhaeb, menjelaskan program KISAK merupakan bentuk sinergi antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dengan TP PKK.
Tujuan program ini untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan secara nasional.
“Kami ingin memastikan setiap warga memiliki dokumen kependudukan yang sah dan lengkap,” jelas Iqbal seperti dilansir situs resmi Pemkot Makassar.
Beragam Masalah Data Kependudukan
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Sulsel, Ibu Naoemi Octarina melalui sambutannya mengatakan program ini menjadi langkah baik dalam menghadapi beragam masalah di lapangan.
Permasalahan seperti anomali data, target perekaman wajib KTP-elektronik, hingga pelayanan administrasi yang belum transparan dan kurang ramah.
Peran Aktif Duta KISAK
Naoemi menekankan Duta KISAK harus berperan aktif mengedukasi masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan. Selain itu perlu perbaikan kualitas pelayanan agar lebih mudah, cepat, dan akurat.
Ia juga menegaskan kepemilikan akte kelahiran sangat penting sebagai bukti sah identitas.
Agar anak-anak bisa mengakses layanan kesehatan, pendidikan, serta memperoleh hak sipil dan politiknya.
Lebih Spesifik
Sementara Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang menghadiri kegiatan lauching ini menekankan bahwa data kependudukan harus lebih spesifik.
Termasuk data perceraian di 2024, agar pengambilan kebijakan lebih tepat sasaran.
TP PKK Makassar
Sementara Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa menyambut baik program ini. Ia mengungkapkan dukungannya untuk memperkuat peran TP PKK Kota Makassar.
Program KISAK, kata Melinda, sejalan dengan peran PKK dalam mendampingi keluarga dan memfasilitasi pengurusan administrasi kependudukan.
”Kami siap berkolaborasi dan berkontribusi secara aktif agar tujuan program ini bisa tercapai,” kata Melinda.
Hadir di kegiatan ini Sekda Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Sulsel, Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten/Kota se-Sulsel. ***













