MAKASSARCHANNEL, BULUKUMBA – Dua siswi muntah usai konsumsi makan bergizi gratis di SMKN 1 Bulukumba, Kamis (16/10/2025).
Kuat dugaan, kedua siswi yang kini sementara menjalani perawatan di RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba itu mengalami keracunan makanan.
Kedua siswi itu adalah Mawar Lestari, siswi Jurusan Tata Busana, dan Nur Aziza, siswi kelas 2 di sekolah yang sama.
Mereka mengaku mual dan muntah usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah menjelang Salat Zuhur.
“Saya muntah-muntah setelah makan menu MBG yang diberikan” kata Mawar di rumah sakit.
Mawar mengaku, seperti biasa, usai mendapat pembagian makanan, ia bersama teman-teman langsung makan. Namun, setelah itu merasa mual dan muntah.
Rekan Melati bernama Nur Aziza, juga mengalami hal serupa.
“Saya makan nasi goreng kecap, lalu minum susu Indomilk. Setelah itu, saya muntahkan semua,” kata Nur.
Mereka pun dirawat di Unit Kesehatan Sekolah. Selanjutnya, guru membawa keduanya ke RSUD Sultan Dg Radja.
“Saya baru sadar ketika sudah sampai di rumah sakit,” tambah Nur.
Penjelasan Rumah Sakit
Setelah menjalani perawatan, kondisi keduanya kini sudah mulai membaik. Meski masih mengaku sakit perut.
Direktur RSUD Sulthan Dg Radja, Dr Rizal, mengatakan, belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Secara medis kami belum bisa menyimpulkan bahwa ini kasus keracunan. Masih kami teliti lebih lanjut, apakah ini akibat makanan, gangguan lain, atau karena penyakit maag,” jelas Dr Rizal.
Koordinator Badan Gizi Nasional Bulukumba, Wahyu Sakti, membenarkan bahwa dua siswa sedang menjalani perawatan dan pemeriksaan laboratorium.
“Keduanya memang memiliki riwayat sakit maag. Tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” ujar Wahyu.
Jika hasil laboratorium membuktikan bahwa penyebabnya adalah makanan, maka pengelola dapur MBG akan kena sanksi.
Dapur SPPG Tanah Kongkong
Sebagai informasi, makanan yang Mawar dan Nur konsumsi berasal dari dapur SPPG Tanah Kongkong yang dikelola Yayasan Ilmiah Nusantara.
Sebelumnya, dapur MBG di Kecamatan Kajang juga sempat mendapat keras karena menyajikan makanan tidak layak konsumsi.
Wahyu menegaskan seluruh dapur MBG di Bulukumba yang saat ini berjumlah 25 unit harus lebih berhati-hati dalam penyajian makanan, termasuk menjaga kebersihan dan kelayakan makanan yang diberikan ke siswa. ***













