BERITA TERKINIEDUKASI

Dr Kembong Daeng Bilang Butuh Keikhlasan Dalam Berkarya

×

Dr Kembong Daeng Bilang Butuh Keikhlasan Dalam Berkarya

Sebarkan artikel ini

“Buku saya yang sedang dalam proses penerbitan adalah Kelong Pannyaleori. Terdiri dari 33 jilid, di mana setiap jilid terdiri dari 100 judul puisi. Kelong ini disusun dari ka-ha,” jelasnya.

Terkait buku Antologi Puisi Perempuan Makassar, Kembong Daeng mengatakan, diberi judul begitu karena salah satu puisi dalam buku tersebut berjudul Perempuan Makassar yang berkisah tentang perempuan sebagai jenis kelamin maupun peran sosial (gender) itu dianggap bisa mewakili isi bukunya.

Tonton Videonya :

Selain berkisah tentang perempuan, puisi-puisinya juga bertema cinta dan kasih sayang kepada Tuhan, orang tua, keluarga, dan mahasiswa, di samping puisi-puisi bertema alam sekitar dan kampung halaman.

“Saya tertarik menulis puisi dalam bahasa Indonesia karena mau buktikan, saya bisa menulis dalam bahasa Indonesia,” katanya memberi alasan.

Selama ini, Kembong Daeng memang dikenal sebagai sosok yang tekun menulis buku ajar berbahasa daerah, khususnya bahasa Makassar. Buku-buku yang sudah dihasilkan, baik individu atau tim, antara lain: Gaya Bahasa Makassar, Sintaksis Bahasa Makassar, Pappilajarang Basa Mangkasarak untuk SD kelas I-VI (Sipakainga), Pappilajarang Basa Mangkasarak untuk SMP kelas VII-IX, Kosakata Tiga Bahasa (Indonesia-Makassar-Bugis), dan Kelong-kelongna Tau Mangkasaraka.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNM, Dr Mayong Maman mengapresiasi karya-karya Kembong Daeng. Sementara Yudhistira Sukatanya, penulis, sutradara teater, dan sastrawan, yang aktif memajukan dunia literasi di Sulsel, juga memuji pengabdian yang ditunjukkan Kembong Daeng.

Berita Terkait :
Kelas Literasi dan Semangat Menyalakan Pendidikan di Indonesia

“Tidak banyak pengajar yang rutin berkarya, termasuk perempuan penyair yang tetap produktif membukukan pemikiran-pemikirannya,” puji Yudhistira Sukatanya melalui rilis yang diterima media ini, Senin (7/9/2020).

Beberapa puisi Kembong Daeng dibacakan, antara lain oleh Rosita Desriani, yang membaca puisi Rahasia Ilahi, dan Yudhistira Sukatanya yang membaca puisi Makna Ketulusan.

Kegiatan yang diadakan dalam rangka menyambut Hari Aksara Internasional, 8 September 2020, itu dipandu oleh Rusdin Tompo sebagai moderator. Diakhir acara dilakukan penyerahan buku ke beberapa orang. (har)

Tinggalkan Balasan