“Anggaran fisik kita cukup besar. Selain dari Pemprov sendiri, ada juga anggaran PEN (Program Pemulihan Ekonomi Nasional),” ujar Rahman Pina.
Rahman Pina juga mengaku telah mengecek pekerjaan jalan di poros Luwu dan Tana Toraja ke Toraja utara. Hasilnya, ada pihak ketiga yang tidak memiliki alat yang cukup memadai.
Berita Terkait :
Kapolda Irjen Merdisyam Kunjungi DPRD Sulsel
“Tapi kontraktor kita seharusnya memiliki alat tapi hanya dukungan alat (pinjam) dan akhirnya kalau bersamaan digunakan jadilah seperti itu (pembangunan jalan tidak sesuai target). Saya kira dinas PU memberikan pekerjaan kepada orang yang hanya modal kontrak saja,” ungkap Rahman Pina.
Untuk pembangunan jalan, lanjut Rahman Pina yang berlatar belakang wartawan itu, tidak ada keseimbangan yang dilakukan oleh dinas PUTR. Pemprov hanya fokus di tiga daerah saja; Kabupaten Bone, Luwu Raya, dan Toraja.













