BERITA TERKINIEDUKASI

Disdik Sulsel Imbau Belajar Daring

×

Disdik Sulsel Imbau Belajar Daring

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan, Disdik Sulsel imbau belajar daring (dalam jaringan) sementara waktu, sebagai respons terhadap peringatan dini BMKG
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Najamuddin. (Foto: Situs Pemprov Sulsel)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan, Disdik Sulsel imbau belajar daring (dalam jaringan) sementara waktu, sebagai respons terhadap peringatan dini BMKG.

Kepala Disdik Sulsel Iqbal Najamuddin mengeluarkan imbauan untuk sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB, selama prakiraan cuaca ekstrem BMKG, tanggal 12-14 Januari 2026.

Iqbal Nadjamuddin, mengaku keputusan dia ambil sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan pembelajaran akibat cuaca buruk.

“Dikondisikan (daring) dengan informasi kondisi cuaca ekstrem yang disampaikan BMKG,” ujar Iqba, Rabu (13/1/2026).

Sekolah Menyesuaikan

Sekolah diminta menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kondisi cuaca di wilayah masing-masing.

Jika cuaca buruk berpotensi mengganggu keselamatan, maka pembelajaran daring diperbolehkan.

Iqbal menegaskan, keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama.

Ia juga meminta sekolah berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah masing-masing dalam pelaksanaan daring.

Larang Aktivitas Luar Ruangan

Selain itu, sekolah diminta tidak melakukan kegiatan di bangunan yang rawan roboh akibat angin kencang.

Kepala sekolah juga diminta melarang aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem terjadi.

“Lakukan pengamanan terhadap aset penting dari dampak cuaca ekstrem seperti komputer, alat elektronik, peralatan praktik, serta dokumen penting yang rawan terhadap air,” tegas Iqbal.

Dia mengingatkan, agar sekolah di Kabupaten Gowa, khususnya, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.

BMKG memprediksi curah hujan di Kota Makassar dan sekitarnya akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini menandai masih kuatnya dinamika atmosfer pada puncak musim hujan dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Gelombang Rossby

Plt Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer.

Termasuk aktivitas gelombang Rossby dan pengaruh Monsun Asia.

“Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar,” jelasnya.

Gelombang Rossby merupakan osilasi atmosfer skala besar yang memengaruhi pola cuaca global.

Sementara Monsun Asia membawa massa udara lembap dari Asia ke wilayah Indonesia.

Ketika keduanya aktif bersamaan, suplai uap air meningkat dan mempercepat pertumbuhan awan hujan. ***

Tinggalkan Balasan