MakassarChannel, Makassar- Balla Lompoa Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate menjadi saksi perhelatan Dialog Lorong Wisata yang didampingi oleh sejumlah pejabat penting dan masyarakat setempat, Selasa 15/10/2024.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kota Makassar, serta perwakilan dari KNPI Kota Makassar dan Pegadaian. Selain itu, hadir pula para RT, RW, pemuda, dan warga masyarakat yang turut memberikan partisipasi aktif.
Dialog ini merupakan bagian dari program berkesinambungan di sebelas kelurahan yang dirancang untuk menjaring aspirasi dan permasalahan masyarakat. Melalui acara ini, pemerintah menjelaskan berbagai program yang tersedia, seperti Raskin, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), BPJS, Inkubator Center, Klinik Pemuda, dan program pemerintah lainnya.
Kurang lebih 150 peserta hadir dan menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif bertanya. Masyarakat Barombong terlihat sangat aktif dan kritis, menilai berbagai hal terkait penerapan program-program pemerintah. Salah satu pertanyaan mengemuka mengenai proses pengalihan dari BPJS Berbayar ke KIS, serta syarat dan tata cara pendaftaran PKH. Masyarakat juga ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana cara mengakses atau menjadi anggota Inkubator Center.
Kepala Dinas yang hadir dalam acara ini memberikan jawaban langsung untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Dialog ini dianggap sangat efektif dan situasi tanya jawab berlangsung dengan dinamis. Pemuda-pemudi aktif di Barombong sangat berperan, menyerap lebih jauh mengenai peran mereka dalam pembangunan dan bagaimana keterlibatan mereka dapat diperkuat.
Sekretaris Camat Tamalate, Saddam Musma, yang hadir membuka acara tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk terlibat dalam mengawasi dan berpartisipasi aktif dalam program-program pemerintah.
Stigma negatif yang beredar di masyarakat, seperti tuduhan bahwa penerima bantuan pemerintah ditentukan secara kebetulan oleh kepala instansi atau OPD, dan isu kesulitan akses terhadap layanan pun diluruskan. Dalam kesempatan ini, pemerintah menggarisbawahi komitmennya agar program bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat diakses dengan baik oleh masyarakat.
Diharapkan, melalui kegiatan Dialog Lorong Wisata ini, akan tercipta sistem dukungan yang baik bagi warga masyarakat, pemuda, serta RT dan RW untuk berkontribusi lebih aktif dalam pembangunan Kota Makassar. Untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi sebagai subjek yang berdaya dalam proses pembangunan, sekitar.
Kegiatan ini tidak hanya menegaskan pentingnya transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam program-program pemerintah, tetapi juga mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Makassar. Dengan demikian, Dialog Lorong Wisata di Kelurahan Barombong ini menjadi langkah penting menuju masyarakat yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya dalam pembangunan. *Art*













