BERITA TERKINIEDUKASI

Di Depan Mahasiswa UCM, GM PLN Sulselbar Ungkap Ini

×

Di Depan Mahasiswa UCM, GM PLN Sulselbar Ungkap Ini

Sebarkan artikel ini

Guna mempermudah pelayanan seperti ini, ujar ayah empat anak ini, PLN hingga kini sudah membangun jaringan transmisi sepanjang 24.240 kilometer lebih. Jaringan transmisi ini sudah hampir mengelilingi Sulsel. Oleh sebab itu, PLN sebagai sebuah perusahaan besar beraset sebesar Rp1.607 triliun lebih (2021) dan Rp1.589 triliun (2020) jelas tidak mau “collapse” (gagal, runtuh).

“Tidak ada pilihan lain bagi kita di PLN harus berbuat yang terbaik untuk bangsa,” ujar pria yang sudah bertugas di berbagai daerah di Indonesia tersebut.

Berita Terkait :
Prof Muh Asdar Lantik 4 WR Universitas Cokroaminoto Makassar

Hingga saat ini, lanjutnya, PLN masih mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tello, Makassar, Barru, dan Jeneponto yang menggunakan batu bara. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang memanfaatkan energi fosil. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan memanfaatkan kincir raksasa. Pembangkit Listrik Tenagar Surya (PLTS), dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto.

Khusus mengenai PLTB ini, Awaluddin Hafid menjelaskan, ada di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap menghasilkan energi listrik sebesar 70 MW. Tiga puluh tiang turbin berukuran tinggi 133 meter dengan panjang baling-baling 63 meter. Satu tiang PLTB dapat menghasilkan 2,5MW dan mampu memasok kebutuhan listrik 2.500 rumah.

PLTB di Tolo Jeneponto dan Desa Karumpang Kecamatan Arungkeke, menghasilkan 72 MW dengan kapasitas 1 turbin mencapai 6,3 MW, menggunakan 20 turbin angin, dengan ketinggian tower/ menara mencapai 135 meter dan terletak pada areal seluas 60 hektare. Terdapat total 60 baling-baling dengan panjang 63 meter.

“Kedua PLTB ini menjadi pembangkit listrik tenaga angin terbesar di Indonesia,” kata Awaluddin Hafid yang menggantikan Ismail Deu sebagai GM UIW PLN Sulselbar akhir 2020. (ere)

Tinggalkan Balasan