BERITA TERKINIRAGAM INFO

Daya Saing Daerah 2025: Sulsel Lampaui Nasional, Makassar Tertinggi

×

Daya Saing Daerah 2025: Sulsel Lampaui Nasional, Makassar Tertinggi

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merah peningkatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dengan capaian 3,71 poin melampaui rata-rata nasional 3,50.

Raihan Sulawesi Selatan ini meningkat dari capaian tahun sebelumnya 2024 dengan skor 3,61.

Berdasarkan data IDSD 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kota Makassar meraih poin tertinggi untuk Provinsi Sulawesi Selatan dengan 4,17 poin.

Sementara tiga daerah lain dengan daya saing tinggi masing-masing Kota Parepare 4,10, Kota Palopo 3,79, dan Kabupaten Gowa 3,71.

Secara nasional, Sulawesi Selatan menempati peringkat ke-10 dari 38 provinsi. Sedangkan untuk Pulau Sulawesi, Sulsel meraih skor tertinggi.

Sementara untuk kawasan Indonesia tengah dan timur, Sulsel di urutan kedua setelah Bali yang meraih skor 4,03 poin.

Mengutip situs resmi Pemprov Sulsel, tren daya saing daerah Sulsel juga menunjukkan pola stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Sulsel, Muhammad Salim Basmin menilai, capaian tersebut menegaskan arah pembangunan Sulsel berjalan sesuai target.

Ia menambahkan, capaian IDSD 2025 bukan sekadar angka statistik.

Ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan ekonomi daerah.

Pilar Daya Saing

Dari sisi pilar daya saing, peningkatan daya saing Sulsel 2025 terutama ditopang penguatan lingkungan pendukung.

Kemudian pilar institusi naik dari 4,07 menjadi 4,40. Lalu, infrastruktur meningkat dari 3,52 menjadi 3,85, serta adopsi teknologi informasi melonjak dari 3,56 menjadi 3,87.

Kondisi ini menunjukkan perbaikan tata kelola, konektivitas, serta percepatan digitalisasi di daerah.

Kemudian pada dimensi sumber daya manusia, dan kinerja relatif stabil. Sedangkan pilar kesehatan meningkat tipis dari 3,86 menjadi 3,87.

Sementara keterampilan tenaga kerja masih berada pada level tinggi meski turun dari 4,13 menjadi 3,90.

Untuk kelompok pasar, ukuran pasar tetap menjadi kekuatan utama dengan kenaikan dari 4,71 menjadi 4,73.

Lalu, sistem keuangan juga membaik dari 2,80 menjadi 3,02. Sedangkan aspek pasar tenaga kerja masih butuh penguatan.

Sementara itu, pada ekosistem inovasi serta kapabilitas inovasi mengalami lonjakan signifikan dari 3,68 menjadi 4,24.

Aspek ini menjadi salah satu pendorong utama kenaikan skor daya saing Sulsel. Hal ini menunjukkan perkembangan positif ekosistem usaha dan inovasi daerah. ***

Tinggalkan Balasan