MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan cuaca ekstrem di Makassar akan terjadi hingga 7 Januari 2025.
Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawati mengingatkan potensi itu dalam pertemuan di Kantor Gubernur Sulsel, beberapa waktu lalu.
Potensi cuaca ekstrem itu menurut Dwikorita Karnawati tersebar di wilayah Sulsel bagian selatan, barat, hingga sebagian utara.
Dwikorita mengatakan, Minggu, 5 Januari 2025, ada 14 daerah di wilayah perlu waspadai cuaca ekstrem.
Daerah itu adalah, Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Selayar, Luwu, Luwu Timur, Makassar, Maros, Pangkep, Palopo, Sinjai, dan Takalar.
Senin, 6 Januari 2025, menurut BMKG, giliran 13 daerah perlu waspada. Mulai dari Bantaeng, Bone, Bulukumba.
Termasuk Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Kemudian Palopo, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
Berikutnya, Selasa, 7 Januari 2025, merupakan puncak cuaca ekstrem berpeluang terjadi di 12 daerah.
Yakni; Bantaeng, Bulukumba, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
Prediksi Januari – Maret 2025
Saat pertemuan di Kantor Gubernur Sulsel itu, BMKG RI mengeluarkan prediksi, curah hujan dalam periode Januari – Maret 2025.
“Diprediksi curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi 300 mm hingga 500 mm,” kata Dwikorita mengingatkan.
Adapun daerah berpotensi terdampak umumnya di wilayah bagian Selatan dan Utara Sulawesi Selatan.
Mulai Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, sebagian Lutra dan Lutim. Untuk daerah lain, BMKG memprediksi hujan dalam kategori normal.
Sulawesi Selatan menurut Dwikorita, memiliki fenomena cuaca berbeda dengan provinsi lain di Indonesia.
Sulsel Istimewa
Itu karena Sulsel memiliki rentang Waktu musim hujan yang cukup panjang dan tersebar di sejumlah daerah-daerah berbeda.
Sulsel sangat istimewa mulai dari Desember, Januari, Februari, Maret, April sampai Juni mengalami puncak musim hujan untuk wilayah yang berbeda-beda.
Dwikorita Karnawati, minta masyarakat terus waspada dengan aktif memantau perkembangan cuaca dari BMKG.
“Kami BMKG mengimbau masyarakat terus memonitor perkembangan informasi cuaca, karena perubahannya bisa sangat cepat melalui aplikasi mobile phone info BMKG yang dapat di instal appstore atau playstore,” kata Dwikorita Karnawati. (ade)













