Bupati Toraja Utara Pilih Mobil Listrik - Makassar Channel
BERITA TERKINIRAGAM INFO

Bupati Toraja Utara Pilih Mobil Listrik

18
×

Bupati Toraja Utara Pilih Mobil Listrik

Sebarkan artikel ini
Bupati Toraja Utara pilih mobil listrik sebagai kendaraan dinas atau operasional. Bukan Alphard seperti isu yang beredar.

MAKASSARCHANNEL, RANTEPAO TORAJA UTARA – Bupati Toraja Utara pilih mobil listrik sebagai kendaraan dinas atau operasional. Bukan Alphard seperti isu yang beredar.

“Jadi bukan Alphard, tapi mobil listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan,” kata Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Minggu (30/3/2025).

Penjelasan Bupati Frederik itu sekaligus menepis isu yang menyebut Pemkab Torut melakukan pengadaan mobil dinas jenis Alphard seharga Rp1,8 miliar.

Kendati demikian, Bupati Frederik membenarkan bahwa berdasarkan APBD tahun 2025 yang sudah sah akhir tahun 2024 lalu terdapat mata anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas operasional Bupati dan Wakil Bupati.

Ketika APBD tahun 2025 disahkan, Frederik Victor Palimbong belum menjadi Bupati Toraja Utara.

Review APBD 2025

Dia mengatakan, anggaran sudah direncanakan dan disahkan akhir tahun lalu 2024. Tetapi dilihat kembali, dilakukan review terkait efisiensi.

“Kita memang butuh kendaraan dinas, tetapi bukan Alphard yang harganya mahal itu. Pilihan kita lebih ke mobil listrik, yang lebih ekonomis dan efisien,” kata Bupati.

Ia menjelaskan, mobil listrik ini jauh lebih murah dan bisa menghemat setengah harga dari Toyota Alphard yang ada dalam anggaran sebelumnya.

Dengan penghematan ini, Pemkab bisa membeli lagi berupa mobil hybrid, Hyundai, yang menggunakan bahan bakar dan daya baterai.

“Mobilnya juga belum ada, tapi orang sudah ribut. Nda apa-apa, itu tandanya masyarakat kita peka dan terus mengawal pemerintah dalam semua kebijakannya,” kata Bupati.

PLN Janji Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

Frederik mengatakan, menggunakan mobil listrik merupakan salah satu bentuk efisiensi. Karena bisa berhemat dari sisi bahan bakar dan pemeliharaan.

“Dari sisi bahan bakar dan pemeliharaan ini, kita bisa berhemat banyak. Belum lagi dari sisi lingkungannya. Kalau Alphard, satu kali perjalanan kita ke Makassar bisa habis Rp 2 juta hanya untuk bensin saja. Tapi kalau mobil listrik
paling Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,” urai Bupati.

Dedy, sapaan akrab Bupati Frederik Victor Palimbong, menyatakan juga, dalam pemerintahannya akan terus mempertimbangkan input dan ouput.

Artinya, setelah mendapat fasilitas mobil dinas, dia akan berupaya kerja maksimal kepada masyarakat.

“Saya selalu meliat input dan outputnya seperti apa, artinya saya harus mengembalikan 10 kali lipat dari apa yang saya lakukan. Minggu lalu saya ke Makassar, saya bilang ke pak Gubernur saya beli mobil listrik bukan Alphard,
katanya bagus sekali, akhirnya PLN janjikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum,” kata Bupati.

Efisiensi Diam-Diam

Lebih jauh, Frederik menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir ini, pihaknya melakukan review anggaran di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Ini memang belum final ya, tapi anggaran kita di tahun 2025, yang sudah disahkan sebelumnya itu, banyak sekali yang tidak tepat sasaran. Sehingga, mengikuti arahan Bapak Presiden Prabowo, kita coba review kembali dan bisa
mendapatkan penghematan yang luar biasa besar,” ungkap Dedy.

Dari upaya penghematan ini, pemerintah mengalokasikannya ke beberapa kegiatan strategis dan mendesak, seperti revitalisasi Sungai Sa’dan, revitalisasi drainase dan Pasar Bolu dan beberapa titik langganan banjir di dalam kota.

Kemudian perbaikan beberapa ruas jalan dalam kota. Pembangunan jalan ke Baruppu’ Parodo dan dari Sapan ke Pulu-Pulu.

Dia mengatakan, “Ini kan isunya mungkin kurang keren, jadi tidak terangkat ke permukaan. Tapi nda apa-apa, kita kerja dalam senyap. Dedy-Andre siap tidak populer demi kebaikan masyarakat,” ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *