BERITA TERKINIEDUKASI

Bupati Maros Buka Pelatihan Pembelajaran Mendalam

×

Bupati Maros Buka Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Sebarkan artikel ini
Bupati Maros buka Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Maros, Kamis (21/8/2025).

MAKASSARCHANNEL, TURIKALE MAROSBupati Maros buka Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Maros, Kamis (21/8/2025).

Hadir dalam pembukaan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros itu Pimpinan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan Dr Arman Agung MPd .

Hadir pula Kepala Inspektorat Kabupaten Maros, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros.

Dalam sambutannya, HAS Chaidir Syam SIP MH menekankan pentingnya perhatian serius terhadap dunia pendidikan untuk mencetak generasi masa depan yang lebih baik dan unggul.

“Pendidikan adalah fondasi utama untuk kemajuan bangsa. Jika kita menjaga anak-anak kita dengan memastikan mereka mendapatkan pembelajaran yang baik di sekolah, maka insya Allah kita sedang menjaga generasi masa depan dan menciptakan generasi-generasi unggul,” tegas Bupati.

Dia berharap, melalui metode Pembelajaran Mendalam, pendidikan di Maros tidak hanya menjadi proses transfer ilmu pengetahuan semata.

“Mudah-mudahan pendidikan adalah proses pembentukan karakter, penumbuhan budi pekerti, dan pengembangan potensi diri setiap anak secara holistik,” ujar Chaidir Syam.

280 Peserta

Pelatihan yang diikuti oleh 280 peserta dari unsur kepala sekolah dan guru itu akan berlangsung lima hari.

Dua lokasi menjadi tempat pelatihan, masing-masing; UPTD SDN 103 Inpres Hasanuddin dan UPTD SMPN 18 Lau.

Pimpinan BBGTK Sulsel dalam Dr Arman Agung MPd dalam sambutannya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Maros atas komitmennya dalam memajukan pendidikan.

“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem pendidikan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Maros,” ajak Arman Agung.

Filosofi Pembelajaran Mendalam

Ia juga menggarisbawahi filosofi utama dari pembelajaran mendalam.

“Pembelajaran mendalam memperlakukan murid bukan sebagai objek, Pembelajaran sifatnya lebih saling memuliakan, bermakna, dan harus mengangkat harga diri anak melalui proses yang menggembirakan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, “Saya percaya di tangan guru dan kepala sekolah yang tercerahkan, pembelajaran mendalam tidak akan berhenti sebagai slogan, tetapi akan tumbuh menjadi gerakan nyata di ruang-ruang kelas kita.” (mun)

Tinggalkan Balasan