Dalam acara tersebut digelar juga gladi lapang tanggap bencana gempa bumi, banjir, dan tsunami. Seperti mendirikan tenda dengan cepat, pendataan korban, evakuasi korban, dan pemenuhan logistik.
Sementara itu, Kapolsek Malangke Barat IPTU Abd Latief kepada media ini mengatakan, Kampung Siaga Bencana sangat bermanfaat dan tepat dibentuk di kawasan rawan bencana alam.
Berita Terkait :
4 Jam Bupati Lutra Indah Putri Nunggu Pendemo Berdialog
Lewat KSB ini, Polri berharap bisa meminimalisir dampak bila terjadi bencana di desa yang bersangkutan karena warga sudah terlatih. Untuk itu, warga harus terus dilatih dan diedukasi bagaimana menyikapi potensi bencana dan mitigasinya.
Camat Malangke Barat, Sulpiadi, menyebut, pentingnya juga melakukan penanganan preventif lewat aksi peduli lingkungan. Salah satunya adalah, menjaga kawasan hutan di daerah hulu seperti di Kecamatan Rongkong, Sabbang, dan sekitarnya, untuk mencegah bahaya banjir dan longsor.
“Daerah hulu ini perlu kita amankan, supaya daerah hilir seperti Malangke Barat, Baebunta, Baebunta Selatan, Sabbang, Sabbang Selatan, dan beberapa desa serta kecamatan di Kabupaten Luwu, seperti Lamasi, Lamasi Timur, dan Walenrang Timur tidak mengalami banjir,” kata Sulpiadi. (yus)













