BERITA TERKINIRAGAM INFO

Bupati Andi Utta Bilang Ini Di Hari Raya Idul Fitri 1443 H

×

Bupati Andi Utta Bilang Ini Di Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Sebarkan artikel ini

Dia juga mengatakan, perkembangan teknologi dan globalisasi berdampak pada tergerusnya nilai-nilai budaya di dunia maya. Karena semua sudah bebas berekspresi, melaporkan apapun tanpa pertimbangan dampak yang bisa timbul.

“Saya ajak masyarakat, merapatkan silaturahmi di antara kita. Tahan diri, tidak saling ejek dengan sesama,” ajak Bupati Andi Utta.

Bupati juga mendorong agar di setiap desa dan kelurahan aktif melakukan kerja bakti, bergotong-royong membersihkan lingkungan sekitar. Karena kebersihan lingkungan menjadi cerminan warga di wilayah itu.

Kepada jajaran aparat pemerintah, Andi Utta mengimbau agar tetap memantau dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, supaya bisa diantisipasi.

Sementara itu, Firmansyah S.Ag MM dalam khutbahnya mengatakan, Hari Raya Idul Fitri sebagai puncak pernyataan dan pengakuan kepada Allah SWT, setelah sebulan penuh melaksanaka puasa Ramadan.

“Mari syukuri nikmat Allah dan optimalisasi potensi yang Allah berikan,” katanya kepada kaum muslimin yang memadati Lapangan Tokambang yang terletak di ibu kota Kecamatan Bontobahari itu.

Firmansyah mengajak kaum muslim memanfaaatkan momen Hari Raya Idul Fitri setelah melalui puasa sebulan penuh untuk merenungkan hakikat kehidupan di dunia.

Berita Terkait :
Warga Bintarore Bulukumba Demo Mutasi Lurah, Ini Reaksi Bupati Andi Utta

“Semoga kita semua sadar dan akan melakukan yang terbaik di masa yang akan datang, sebelum menyesal saat menghadapi kematian,” kata Firmansya dalam khutbahnya.

“Agar kita kembali menjadi fitri dan suci. Dosa diampuni Allah, minta maaflah kepada sesama agar luka hilang. Bersih dari berbagai penyakit hati. Puasa telah dilewati, mari saling berbaur dan memaafkan agar terlepas dari belenggu noda dan dosa,” ajak Firmansyah.

Persiapan pelaksanaan Idul Fitri 1443 ini, sempat terganggu akibat hujan yang tiba-tiba mengguyur, beberapa menit sebelum salat. Saat hujan turun, sejumlah jamaah yang sudah berada di lapangan pindah ke Masjid Raya Bontobahari yang terletak hanya puluhan meter dari lapangan. Itu karena informasi yang mereka dapat kurang jelas.

Namun, ketika hujan reda, jamaah yang sebelumnya sudah di masjid, kembali lagi ke Lapangan Tokambang. Lokasi yang rutin dijadikan tempat Salat Ied, jika tak turun hujan. (ira)

Tinggalkan Balasan