Untuk meminimalisir interaksi dan melindungi petugas sensus dan masyarakat, katanya, dikedepankan protokol kesehatan. Mewajibkan petugas rapid tes, serta dilengkapi APD, berupa masker, hand sanitizer, face shield, dan sarung tangan.
Wagub Sulsel mengapresiasi BPS Sulsel yang merekrut petugas sensus dari mereka yang belum memiliki pekerjaan. Dia berharap agar selalu berkoordinasi untuk memperlancar sinergi.
Berita Terkait :
Ditemui Dirjen HAM, Wagub Sulsel Usulkan Ini
Andi Sudirman mengaku, pencatatan statistik kependudukan sangat penting, karena melalui data ini akan menghadirkan sebuah kebijakan suatu daerah.
“Adanya sensus penduduk dengan door to door ini bisa jadi acuan bersama, tingkat akurasi yang tinggi, sehingga pemangku kebijakan bisa memberikan kebijakan yang tepat untuk masyarakat,” katanya.
Rakor Pelaksanaan Sensus Penduduk ini diikuti oleh Bupati/Walikota se Sulsel, OPD terkait, serta camat se Sulsel. (mun)













