BERITA TERKINIEDUKASI

BP-PAUD dan Dikmas Sulsel Halalbihalal Virtual

×

BP-PAUD dan Dikmas Sulsel Halalbihalal Virtual

Sebarkan artikel ini

Silaturahim, lanjut Imam, bukan soal saling berkunjung atau tidak. Bukan pula tentang bersalaman atau tidak. Apatah lagi di masa pandemi Covid-19 ini.

“Upaya merajut silaturahim hatus tetap dilakukan,” katanya.

Imam juga menggambarkan, perjumpaan kadang-kadang justru menimbulkan masalah yang tiba-tiba muncul. Bisa terjadi karena ada pertanyaan tak terduga yang justru tidak berkenan di hati seseorang.

“Intinya, masalah hati. Ada yang berjauhan tetapi dekat di hati. Pak Piyu misalnya, hatinya tetap dekat dengan staf BP-PAUD meski berada di tempat berbeda,” kata Imam.

“Dengan kondisi seperti sekarang ini, sudahkah kita saling memaafkan saudara kita? Tidak harus berjabat tangan atau bersalaman, karena meski tak berdekatan tidak selalu wajib bersalaman,” tutur Imam.

Berita Terkait :
Halalbihalal BPPAUD dan Dikmas Sulsel

Dia menyempaikan pentingnya keikhlasan setiap orang sebagai salah satu resep penting untuk menjaga silaturahim. Lakukan kebaikan, lalu lupakan kenaikan yang telah diperbuat itu. Lupaka n kebaikan diri, tetapi ingat kebaikan orang. Lupakan keburukan orang dan ingat kebaikannya.

“Maafkan yang dibumi, maka yang di langit akan menyayangi. Hati harus memiliki sifat ikhlas. Ini merupakan buah dari sebuah akar dalam hati. Keyakinan bahwa semua berasal dari Allah akan memberi kelapangan hati,” katanya.

Di bagian akhir semua kepala seksi menyampaikan ucapan selamat hari raya diawali oleh Kepala Seksi Program Agustina Ernawati disusul Kepala Seksi Informasi dan Kemitraan Darwangsa, Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Hernawati Syam, dan pamong belajar yang diwakili Muhammad Fardus, dan perwakilan tenaga honorer Niko Agus. Terakhir, Kepala Sub Bagian Umum yang sekaligus menutup acara halalbihalal. (har)

Tinggalkan Balasan