“Saya biasa tanya, apakah mereka pernah diajak jalan-jalan atau rekreasi ke pantai oleh orangtuanya. Dengan cara membawa mereka pada pengalaman sehari-hari, anak-anak mudah paham,” katanya.
Suasana kebaharian juga terlihat di kelas 6A, mulai dari gambar mural berupa ikan-ikan dan biota laut, prakarya berupa kapal perang yang terbuat dari bambu, gambar peta, serta kerajinan tangan hasil daur ulang. Ada juga akuarium kecil di meja kerja Wali Kelas 6A, Sulis Wati’ah SAg SPd.
Berita Terkait :
SD Hang Tuah Makassar Punya PuSPA
“Mural ini menggambarkan komunitas laut yang berkaitan dengan mata pelajaran IPA tentang perkembangbiakan hewan,” kata Bu Sulis yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Sarana Prasana itu.
Dikatakan, minat anak-anak tentang kebariaan itu besar. Visi misi sekolah yang berada di Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah, itu memang fokus pada kebaharian. Mereka dibekali dengan Buku Materi Pendidikan Kebaharian yang merupakan implementasi dari Kurikulum Kebaharian.
Minat anak-anak itu tampak pada pernyataan Farid Hidayat, murid kelas 6A, tentang jenis-jenis kapal perang, jenis ikan, nama-nama penemu benua. Katanya, dengan belajar kebaharian, pengetahuannya terus berkembang. (her)













