MAKASSARCHANNEL – Kementerian Agama, Australia Award Indonesia dan Kementerian Keuangan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka program beasiswa gelar ganda (double degree).
Beasiswa ini terbuka bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai, dan alumni perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama.
Baca Juga: Beasiswa LPDP Resmi Dibuka, Simak Informasi Lengkap, Syarat, Cara Mendaftar
Peserta beasiswa mengikuti program di dua kampus yakni di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dan University of Canberra, Australia.
Lulusan beasiswa ini akan memperoleh dua gelar master (S2) di UIN Sunan Ampel dan University of Canberra, Australia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (23/1/2026) mengatakan mahasiswa yang lulus seleksi akan mengikuti pendidikan selama dua tahun.
Mengutip situs resmi Kementerian Agama, Kamaruddin mengatakan satu tahun studi di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kemudian satu tahun di Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) University of Canberra, Australia.
Kamaruddin mengatakan program ini merupakan pengembangan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) co-founding dari LPDP.
Jadwal dan Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026.
Pendaftaran melalui website dengan link beasiswa.kemenag.go.id.
Proses seleksi program beasiswa meliputi seleksi administrasi, seleksi test bakat skolastik, test wawancara.
Tim seleksi dari Kementerian Agama dan seleksi subtansi lanjutan dengan Australia Awards Indonesia berupa tes IELTS, dan wawancara khusus.
Persyaratan
Persyaratan mengikuti Beasiswa S2 Double Degree [Split-Site Master Program Cohort-10] Tahun 2026 antara lain:
1. Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan pegawai pada satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama dan atau alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK).
2. Berusia maksimal 40 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.
3. Lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif S-1/D-4 minimal 3.00 (dengan skala 4.00).
4. Belum pernah atau sedang mengambil jenjang magister (S-2).
5. Memiliki skor nilai kemampuan bahasa Inggris minimal berupa IELTS 6.0 atau TOEFL ITP 500.
6. Memperoleh surat rekomendasi dari instansi terkait dan atau akademisi/tokoh Masyarakat.
7. Tidak sedang menerima pembiayaan pendidikan atau beasiswa dari sumber lainnya.
8. Menulis personal statement/motivation essay.
9. Menyusun rencana studi (study plan);
10. Tidak sedang atau akan mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK) selama menjadi calon penerima atau penerima beasiswa.
11. Menyetujui pernyataan komitmen dan integritas pada aplikasi pendaftaran. ***













