MAKASSARCHANNEL, MUNCHEN – Bantai Inter Milan dengan skor 5-0, PSG membuat rekor gol terbanyak tanpa balas selama Liga Champions.
Kemenangan ini juga menjadi pengalaman perdana bagi Paris Saint-Germain (PSG) mengangkat Piala UEFA.
Laga final berlangsung di Allianz Arena, Munchen, Jerman, Minggu (1/6/2025) dini hari Wita.
Rekor Gol Terbanyak
Sejak kick off babak pertama, anak-anak asuh Luis Enrique ini membuat Inter Milan seperti kehilangan asa.
Sang pelatih Simone Inzaghi sering tampak terpaku di pinggir lapangan menyaksikan gol demi gol diciptakan tim Les Parisiens.
Lima gol tanpa balas, membuat klub yang dimerger 12 Agustus 1972 dari Paris FC dan Stade Saint-Germain ini melewati rekor laga-laga final sebelumnya.
AC Milan sepanjang final-final UEFA, dua kali menang dengan skor 4-0, kemudian skor yang sama satu kali diraih Bayer Munchen.
Tampil Taktis
PSG mengawali penampilan di babak pertama dengan permainan taktis mengandalkan serangan balik.
Pada menit ke-12, PSG mengawali gemuruh suporter mereka di Allianz Arena.
Achraf Hakimi yang menerima umpan matang dari Vitinha, dengan mudah menyontek bola ke gawang Inter Milan.
Delapan menit kemudian, anak-anak Les Rouges-et-Bleus kembali membuat gemuruh Allianz Arena.
Desire Doue yang menerima bola serangan balik, melepas tendangan keras. Sepakan itu membentur Federico Dimarco hingga mengecoh kiper Inter Milan, Yann Sommer.
Serangan Cepat
Gol di menit ke-20 menggandakan keunggulan PSG menjadi 2-0 membuat Inter Milan meningkatkan tempo permainan dengan serangan cepat.
Namun, sampai turun minum, pasukan Nerazzurri belum juga mampu mengubah skor.
Inter Milan yang ketinggalan 2-0 berupaya bangkit di babak kedua dengan mendominasi pertandingan.
Menambah Keunggulan
Namun, PSG yang tetap bermain taktis, mengandalkan serangan balik, justru kembali menambah keunggulan di menit ke-63.
Desire Doue membuat gol keduanya di laga bergengsi ini. Pemain muda berusia 19 tahun ini tidak menyia-nyiakan umpan manis dari Dembele.
Pemain Timnas Prancis berdarah Pantai Gading ini membuat sebagian suporter Inter Milan menatap lesu di bangku stadion. Skor 3-0 membawa PSG makin jauh dari perjuangan Inter Milan.
Pertahanan Rapuh
Tertinggal 3-0 Inter Milan tetap konsisten dengan permainan cepat. Namun Inter yang mengandalkan serangan cepat justru membuat organisasi pertahanannya rapuh.
Celah ini justru dimanfaatkan dengan baik anak-anak klubnya orang Paris. Dalam satu umpan lambang ke tengah lapangan disambut baik Kvicha Kvaratskhelia.
Seorang diri tanpa kawalan membuat, Kvaratskhelia mampu memperdaya Yann Sommer dan menambah lagi keunggulan PSG makin jauh dengan skor 4-0.
Tidak Kendor
Luapan kegembiraan pasukan PSG yang merasa gelar juara sudah di tangan, justru tidak mengendorkan tensi permainan.
Lalu menit ke-86, PSG kembali membuat para fans dan tim pelatih Inter Milan tertunduk lesu.
Pemain muda PSG berusia 19 tahun lainya Sanny Mayulu menambah lagi gol mengubah skor menjadi 5-0.
Si ‘baby face’ berdarah Kongo ini menggetarkan jala gawang melalui sepakan keras yang tak bisa dibendung Sommer.
Sampai wasit membunyikan peluit panjang, Inter Milan tak mampu menipiskan kekalahan, skor tetap Skor 5-0. ***













