Selain itu, terhitung dari periode 1 Januari hingga 31 Maret 2019, hanya ada 9 orang yang melapor LHKPN tepat waktu. Sementara yang terlambat melaporkan LHKPN itu ada sebanyak 5 orang dari unsur Polri, Kejaksaan, dan Seskab. Adapun, lanjut Febri ada yang tidak melaporkan LHKPN, dari unsur Polri dan karyawan BUMN.
“Lapor tepat waktu, sebanyak 9 orang yang merupakan pegawai dari unsur KPK, Polri, Kejaksaan, BPK, mantan LPSK, Dekan, Kementerian Keuangan,” jelasnya.
Baca Juga :
Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali Lantik Bupati Perkemahan di Bontotiro
Berdasarkan latar belakang profesi, dari 20 capim yang lolos, dari akademis atau dosen 3 orang, advokat 1 orang, jaksa 3 orang, pensiunan jaksa 1 orang, hakim 1 orang, anggota Polri 4 orang, auditor 1 orang, komisioner dan pegawai KPK 2 orang, PNS 2 orang, karyawan BUMN 1 orang, dan 1 orang penasihat menteri.
Berikut ini 20 capim yang pansel umumkan:
1.Alexander Marwata – Komisioner KPK
2.Antam Novambar – Anggota Polri
3.Bambang Sri Herwanto – Anggota Polri
4.Cahyo RE Wibowo – Karyawan BUMN
5.Firli Bahuri – Anggota Polri
6.I Nyoman Wara – Auditor BPK
7.Jimmy Muhamad Rifai Gani – Penasihat Menteri Desa
8.Johanis Tanak – Jaksa
9.Lili Pintauli Siregar – Advokat
10.Luthfi Jayadi Kurniawan – Dosen
11.Jasman Pandjaitan – Pensiunan Jaksa
12.Nawawi Pomolango – Hakim
13.Neneng Euis Fatimah – Dosen
14.Nurul Ghufron – Dosen
15.Roby Arya – PNS Seskab
16.Sigit Danang Joyo – PNS Kemenkeu
17.Sri Handayani – Anggota Polri
18.Sugeng Purnomo – Jaksa
19.Sujanarko – Pegawai KPK
20.Supardi – Jaksa
Para capim yang lulus akan menjalani tes kesehatan di RSPAD. Selanjutnya menjalani wawancara dan uji publik pada 27-29 Agustus 2019 di Kemensetneg. (din)













