BERITA TERKINIPOLKUMHAM

“Buaya Moncong Putih” Hebohkan PDIP Takalar

×

“Buaya Moncong Putih” Hebohkan PDIP Takalar

Sebarkan artikel ini

Pengurus dan kader PDI Perjuangan Takalar melakukan rapat konsolidasi membahas postingan logo Buaya Moncong Putih di akun Facebook atas nama Arsad Rewa, Sabtu (25/7/2020) malam. (Foto: Ist).

MAKASSARCHANNEL.COM – Jagad maya Takalar sontak heboh, Sabtu (25/7/2020) malam, gegara postingan logo buaya hitam moncong putih dalam lingkaran dengan dasar merah di akun facebook atas nama Arsad Rewa.

Meski dalam beberapa jam kemudian, postingan tersebut telah dihapus, namun screen shoot-nya sudah terlanjur beredar di grup partai. Akibatnya, kader dan organisasi sayap partai berlogo banteng moncong putih dalam lingkaran berang dan mendesak pengurus DPC PDI Perjuangan Takalar menempuh jalur hukum.

Ketua DPC PDI Perjuangan Takalar, Ir Andi Noor Zaelan, kepada media ini di Sekretariat PDI Perjuangan Jl Jenderal Sudirman Takalar, Sabtu( 25/7/2020), mengatakan, telah menggelar rapat konsolidasi membahas dugaan pelecehan logo PDI Perjuangan tersebut.

“Rapat konsolidasi telah menyepakati, hari Minggu 26 Juli 2020, akun Facebook atas nama Arsad Rewa dllapor ke polisi,” kata Andi Ellang, sapaan akrab Andi Noor Zaelan.

Berita Terkait :
Kades Parappunganta Bantah Pukul Kader PDIP Takalar

Pria berkumis tebal ini mengatakan, semua logo punya makna, termasuk logo PDI Perjuangan. Dasar merah dalam logo melambangkan keberanian mengambil risiko dalam memperjuangkam kebenaran dan keadilan bagi rakyat.

Mata merah melambangkan selalu waspada terhadap ancaman dari luar. Moncong putih melambangkan dapat dipercaya dan berkomitmen dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Sedangkan lingkaran melambangkan tekad yang bulat dan perjuangan yang terus menerus tanpa putus.

Andi Ellang menegaskan, “Logo buatan akun Arsad Rewa bukan hanya menghina PDI Perjuangan, tetapi juga menghina Negara Republik Indonesia dengan menyebut Partai Buaya Darat Indonesia. Seakan-akan negara ini memiliki Partai Buaya Darat.”

Sementara itu, penesehat Banteng Muda Indonesia (BMI) Takalar, Haeruddin Nyau, mengatakan, permasalahan ini harus ditangani pihak polisi agar ada efek jera, supaya di kemudian hari, tidak ada lagi cara-cara seperti ini terulang.

“Perlu diketahui, yang hadir dalam rapat konsolidasi memberi dukungan penuh dari organisasi sayap BMI, Repdem (Relewan Pejuang Demokrasi), Taruna Merah Putih, dan Baguna( Badan Penanggulangan Bencana), serta beberapa kader, pengurus DPC dan PAC Takalar,” beber Haeruddin Nyau. (kin)

Tinggalkan Balasan