MAKASSARCHANNEL, MALILI LUWU TIMUR – Tensi Pilkada serentak 2020 makin terasa, di Malili muncul spanduk penolakan Thorig Husler jadi Bupati Lutim lagi.
Spanduk itu menolak figur tertentu dengan beragam alasan. Salah satunya, menolak Thorig Husler dan Irwan Bachri Syam melanjutkan pemeritahan periode kedua.
Spanduk agitasi imbauan jangan pilih Thorig Husler dan Irwan Bachri Syam di Pilkada 2020 tersebar di Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Minggu (22/9/2019).
Kabarnya, pasangan ini bakal maju lagi dalam pilkada mendatang, meski banyak kalangan menyebut ingkar janji dalam pemerintahan periode pertama.
Informasi yang terhimpun menyebutkan, pemuda Mangkutana Raya yang memasang penolakan itu. Mereka memasang di dinding rumah warga, pasar, jembatan, dan di beberapa fasilitas umum.
Bukan hanya itu, pemuda Mangkutana Raya ini juga menyebar selebaran yang bertuliskan GANTI PEMIMPIN YANG INGKAR JANJI.
Periksa Janji Bupati
Inisiator aksi, Aswan, mengatakan, melalui aksi tersebut, mereka mengajak masyarakat Bumi Batara Guru memeriksa berbagai janji yang pernah bupati dan wakilnya tawarkan agar tidak salah menjatuhkan kepercayaan lagi.
“Mari masyarakat Luwu Timur, bersama-sama menagih janji (Husler-Irwan) yang belum terealisasi,” kata Aswan.
Dia mengatakan, Husler-Irwan tidak menepati janji. Bukan hanya dalam visi dan misinya tetapi juga RPJMD dan 119 program prioritas masih belum terealisasi. Padahal, periode kepemimpinannya sudah hampir berakhir.
“Di sisa waktu yang tersisa, bupati dan wakil bupati, serta jajarannya harus fokus merealisasikan apa yang pernah di janjikan,” kata Aswan. (wan)













