MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Timnas Indonesia mengukir sejarah dengan berhasil menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Tim Garuda secara dramatis membungkam rival abadi, Thailand, lewat adu penalti dengan skor 4-2.
Pertandingan menegangkan ini berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam, ikut disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presdien FIFA, Gianni Infantino.
Keberhasilan luar biasa ini sekaligus mematahkan “kutukan” Tim Merah Putih sebagai spesialis runner-up. Julukan yang sempat melekat pada Skuad Garuda selama lebih dari dua dekade di kawasan Asia Tenggara
Tensi Tinggi
Bertanding di sekitar 67.000 suporter di SUGBK, laga berlajan berjalan dengan tensi sangat tinggi.
Kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal dan 2-2 hingga babak perpanjangan waktu (extra time) berakhir.
Indonesia membuka keunggulan di menit ke-84 melalui tendangan bebas Dean James. Namun, keunggulan itu hanya bertahan tiga menit, setelah pemain Tim Gajah Perang, Iklas Sanron, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 menit ke-87.
Drama kian memuncak pada masa perpanjangan waktu. Thailand sempat berada di atas angin dan membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.
Di ambang kekalahan, Garuda menunjukkan mental juara. Bek tangguh Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat lewat gol sundulannya pada menit ke-116, mengubah skor menjadi 2-2. Skor imbang bertahan hingga usai tambahan waktu.
Adu Penalti Mendebarkan
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, tampil menjadi pahlawan dengan mementahkan sepakan penendang keempat Thailand, Nattapong Sayriya. Sebelumnya, tendangan kapten Thailand, Sarach Yooyen, membentur mistar gawang.
Sedangkan empat tendangan Garuda semuanya bersang mulus ke gawang Thailand. Penendang Indonesia yang sukses itu masing-masing Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattinama.
Hadiah Rp 11,63 Miliar
Kemenangan ini membuat Timnas Indonesia mengenggam trofi pertama turnamen resmi kalender FIFA ini. Tim asuhan John Herdman, juga berhak mengantongi hadiah uang tunai sebesar US$650.000 atau berkisar Rp 11,63 miliar.
Jumlah tersebut mengalami penyusutan sekitar 35 persen dari rancangan awal FIFA yakni US$1 juta. Ini terjadi terkait dengan penjualan hak siar TV di kawasan regional menjelang bergulirnya turnamen.
Namun, jumlah ini tetap menjadi rekor hadiah terbesar bagi kejuaraan sepak bola di kawasan Asia Tenggara. ***












