MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar kini menyiapkan inovasi penyediaan air bersih dan air minum bagi masyarakat di wilayah kepulauan melalui desalinasi atau penyulingan air laut.
Proses desalinasi menggunakan tenaga surya (matahari) ini melalui sistem Reverse Osmosis (RO). Lewat teknologi ini, air laut diolah menjadi air tawar, untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum masyarakat di pulau-pulau Kota Makassar.
Rencana penerapan desalinasi ini disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima auidensi dengan pihak PT Prolink Intidata Nusantara, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026).
Kemudian tim perencanaan program ini akan meninjau sejumlah pulau pada Rabu (30/9/2026), antara lain Pulau Barang Lonpo, Langkai, Lumu-Lumu, dan Bonetambung.
Solusi Jangka Panjang
Mengutip situs resmi Pemkot Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan langkah ini adalah salah satu upaya menghadirkan pelayanan dasar yang lebih merata bagi masyarakat di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
“Ini adalah solusi jangka panjang. Air bersih yang mandiri berbasis energi matahari. Kita mau hadirkan program air langsung minum bagi warga di pulau,” ungkap Munafri, usai menyimak paparan dari pihak PT Prolink Intidata Nusantara.
Menurut Munafri, teknologi desalinasi ini menggunakan energi matahari sebagai sumber tenaga. Dengan demikian, menjadi alternatif penyediaan air bersih lebih mandiri di wilayah kepulauan.
Survei
Langkah awal program ini adalah survei lapangan. Kegiatan ini untuk melihat kesesuaian teknologi dengan kondisi geografis, kontur wilayah, serta kebutuhan air bersih masyarakat.
Munafri menekankan, survei menjadi bagian penting untuk memastikan teknologinya benar-benar dapat menerapkan dan memberikan manfaat bagi warga.
Munafri menegaskan, penerapan teknologi tidak boleh hanya dengan kecanggihan alat. Namun, harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi riil di lapangan.
“Kita mendengarkan apa yang menjadi masukan detail. Saya ajak Pak Camat, Kepala Dinas PU, Direktur PDAM. Untuk memastikan apakah ini bisa kita pakai, apakah memang cocok dan memenuhi kebutuhan masyarakat pulau atau tidak,” ungkap Wali Kota.
250 Liter Per Jam
Wali Kota Makassar menjelaskan, teknologi desalinasi tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 250 liter per jam.
Teknologi tersebut sebelumnya menarik perhatiannya ketika mengunjungi sebuah pameran di Jakarta tahu lalu.
Sesuai pemaparan, proses penyulingan air laut melalui teknologi RO untuk memisahkan kandungan garam dan menghasilkan air tawar.
Munafri menyebut, hasil proses desalinasi air laut, sekitar 30 menjadi air bersih. Sedangkan sisanya berupa air dengan kadar garam lebih tinggi akan menjadi limbah.
Limbah atau air hasil samping tersebut berpotensi memanfaatkannya untuk kebutuhan lain, seperti pembuatan garam untuk kebutuhan industri.***












