MAKASSARCHANNEL, PANGKAJENE – Sebanyak 224 atlet cricket ikut babak kualifikasi Porprov Sulsel di Pangkep yang akan berlangsung selama enam hari.
Pertandingan babak kualifikasi Porprov Sulsel 2025 cabang olahraga (cabor) cricket itu berlangsung di Semen Tonasa Internasional Cricket Oval Pangkep Sulsel dari tanggal 20 hingga 25 September 2025.
Ketua Harian Persatuan Cricket Indonesia Sulawesi Selatan, Drs Rukuddin MPd, menjelaskan, delapan kabupaten ikut babak kualifikasi di Pangkep.
Setiap kabupaten menurut Rukuddin, mengirimkan 28 atlet. Masing-masing 14 putra dan 14 putri.
Dia menjelaskan, dari babak kualifikasi yang diikuti delapan kabupaten itu akan keluar enam tim yang berhak ikut Porprov Sulsel 2026.
Ikut PON
Menjawab pertanyaan, Rukuddin mengatakan, saat ini belum semua kabupaten dan kota di Sulsel memiliki pengurus cabang olahraga cricket.
Selain delapan daerah yang ikut babak kualifiasi itu, dua kabupaten lainnya yakni Kabupaten Wajo dan Bone sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel 2026 tidak ikut kualifikasi.
Rukuddin menjelaskan juga, sejak terbentuk, Tim Cricket Sulawesi Selatan sudah tiga kali ikut PON dan selalu menyumbang medali.
Saat PON Jabar tahun 2016, meraih perunggu, PON Papua tahun 2021 mendapat perunggu, dan PON Medan 2024 menyumbangkan perak dan perunggu.
Target Emas
“PON mendatang di NTT, Tim Tim Cricket Sulawesi Selatan menargetkan medali emas,” kata Rukuddin optimistis.
Kadispora Sulawesi Selatan Suhermansyah ketika membuka acara, berharap pengurus mengupayakan semua kabupaten dan kota di Sulsel sudah memiliki pengurus daerah cabor tersebut, agar bisa muncul atlet berbakat.
Ketua Umum PengurusPusat Persatuan Cricket Indonesia Abiran Sikh mengapresiasi dan berterima kepasa Semen Tonasa yang menyiapkan lapangan pertandingan Cricket berstadar internsional.
Kendati demikian, Abiran Sikh berharap kualitas lapangan masih perlu pembenahan. Termasuk mes untuk pemain.
Abiran Sikh mengatakan, jika lapangan sudah dibenahi maka Pangkep bisa menjadi tuan rumah pertandingan cricket internasional.
“Malu, jika lahan yang sudah siap tidak dimanfaatkan secara maksimal,” kata Abiran Sikh.
Respons Semen Tonasa
Merespons harapan Abiran Sikh, Dirut Semen Tonasa, Anis, berjanji akan membenahi lapangan cricket tersebut agar layak menjadi tempat penyelenggaraan bertaraf internasional.
“Karena dengan adanya lapangan bertaraf internasional akan berdampak positif bagi warga setempat.
Sementara itu Kadispora Pangkep, Jamaluddin, berharap Pangkep bisa menjadi penyelenggara pertandingan cricket nasional dan internasional.
Dengan demikian, katanya, even internasional bisa berlangsung di Kabupaten Pangkep.
Tentang Cricket
Cabang olahraga cricket di Indonesia masih tergolong minoritas, meski sudah ada sejak 1880-an dan diurus oleh Persatuan Cricket Indonesia (PCI) sejak tahun 2000.
Kendala pengembangannya antara lain fasilitas dan infrastruktur masih minim, eksposur media kurang, serta ketidaktahuan masyarakat mengenai aturan mainnya.
Namun, PCI terus berupaya mengembangkan olahraga ini melalui program-program pelatihan di sekolah dan daerah untuk menciptakan lebih dari 200.000 pemain muda.
Serta menyelenggarakan berbagai kompetisi, dari tingkat daerah hingga nasional, untuk membangun olahraga ini di Indonesia.
Sejarah dan Perkembangan
Meski cricket sudah mulai dimainkan di Indonesia sejak tahun 1880-an, baru memiliki badan pengurus resmi pada tahun 2000.
Indonesia resmi menjadi anggota Dewan Cricket Internasional (ICC) pada tahun 2001 dan Tim Nasional Cricket Indonesia memulia debut tahun 2002.
Persatuan Cricket Indonesia yang saat ini sudah memiliki 22 pengurus provinsi di seluruh Indonesia, terus berupaya mengembangkan olahraga tersebut di berbagai sekolah.
PCI juga menggelar berbagai kompetisi, mulai dari tingkat sekolah, daerah, hingga nasional, untuk mendorong minat dan partisipasi pemain.
Pengurus juga membuat program pelatihan, kursus singkat, dan seminar untuk pelatih dan wasit juga menjadi bagian dari upaya pengembangan. ***













