.MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Tujuh peserta Pelatihan BCKS kunjungi TK Merpati Pos di Jalan Balai Kota Makassar, Rabu (3/9/2025) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, peserta pelatihan didampingi fasilitator, Mustafa SST Par MPd yang juga Kepala SMKN 4 Makassar.
Kepala TK Merpati Pos, Andi Amalia Agub SPd, bersama guru sekolah itu menerima kunjungan peserta pelatihan BCKS tersebut.
Sebagai informasi, sebanyak 239 guru dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel mengikuti pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Makassar.
Pelatihan BCKS itu diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan selama sepuluh hari.
Kegiatan itu berlangsung dari tanggal 31 Agustus 2025 hingga 9 September 2025 di Karebosi Primier Hotel Makassar.
Praktik Baik
Selama melakukan observasi di Taman Kanak-Kanak yang berdiri sejak, 9 Juni 1969 itu, peserta pelatihan berdiskusi intens dengan kepala sekolah di aula. Berlanjut kunjungan ke ruang kelas dan tempat bermain anak.
Kepala TK Merpati Pos Andi Amalia banyak memaparkan pengalaman pembelajaran yang berlangsung di sekolah tersebut.
Andi Amalia juga mengisahkan pengalamannya menghadapi aneka karakter saat berinteraksi dengan orang tua anak didik di sekolah itu.
Salah satu poin penting yang Andi Amalia sampaikan adalah kesabaran tanpa batas para guru menghadapi sikap emosional orang tua yang kadang marah sebelum memahami substansi masalah yang dilakukan anaknya selama berada di sekolah.
Orang Tua Anak Sebagai Mitra
Dia menyebut orang tua anak sebagai mitra dan sahabat dalam mendidik anak-anak mereka yang diamanakan di sekolah tersebut.
Selama diskusi berlangsung, tanpa sadar, Andi Amalia menunjukkan kualifikasi dan kompetensi manajerialnya memimpin sekolah yang awalnya berada di bawah naungan manajemen PT Pos Indonesia itu.
Dengan keterbatasan jumlah guru yang hanya tiga orang misalnya, dia bisa memanage untuk mengoptimalkan potensi SDM sekolah itu membina hampir 40 anak.
Kepala Sekolah Multitalenta
Salah satu kemampuan manajerial yang Andi Amalia tunjukkan adalah, anak yang semestinya dibagi dalam tiga kelas, bisa mereka bimbing dalam dua kelas saja. Dan hasilnya sangat memuaskan.
Selain menjalankan fungsi sebagai kepala sekolah, Andi Amalia juga turun langsung mengajar di kelas. Bahkan, kadang harus menjadi operator.
“Kondisi memaksa saya harus menguasai semua aspek,” kata Andi Amalia merendah, menjawab pertanyaan media ini usai pertemuan dengan peserta pelatihan.
Karena kekurangan personel, sebagai kepala sekolah, Andi Amalia juga harus mengerjakan soal-soal administrasi.
Dalam perbincangan santai namun serius itu, Andi Amalia terlihat memiliki multitalenta dalam mengelola sekolah tersebut.
Pesan Pimpinan BGTK Sulsel
Di bagian akhir kunjungan, Pimpinan BBGTK Sulsel Dr Arman Agung MPd mereview hasil observasi peserta pelatihan BCKS selama berada di sekolah hari itu.
Masing-masing peserta menjelaskan catatan penting yang mereka petik selama perbincangan dan kunjungan ke ruang aktivitas anak di sekolah tersebut.
Arman Agung mengingatkan bahwa kunjungan ke sekolah itu adalah untuk menemukan dan memetik inspirasi, bagaimana kepala sekolah mengelola sekolah.
Misalnya, bagaimana proses belajar dalam bermain bagi anak berlangsung di sekolah itu.
Atau bagaimana membuat anak percaya diri dan bahagia selama proses pembelajaran berlangsung di sekolah.
Empat Hari Kunjungan
Sementara itu, fasilitator yang mendampingi guru BCKS dalam kunjungan tersebut, Mustafa menjelaskan, peserta pelatihan akan melakukan observasi selama empat hari di sekolah itu.
Dalam kunjugan itu, peserta pelatihan akan mempelajari empat hal penting yang terjadi di sekolah tersebut.
Yakni; bagaimana kompetensi kepribadian kepala sekolah, bagaimana pengelolaan sekolah, kewirausahaan dalam kepemimpinan, dan supervisi akademik.
Selain kunjugan ke TK Merpati Pos, peserta pelatihan BCKS lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok mengunjungi sekolah lain.
Sekolah target observasi sesuai jenjang sekolah masing-masing bakal calon sekolah. Ada yang berkunjung ke TK, SD, SMP, dan SMA/SMK. ***













