MAKASSARCHANNEL, SELAYAR – Pelaksanaan kegiatan Gerak Jalan Ceria di Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI diwarnai saling serobot, Rabu (13/8/20250.
Kontributor media ini di Selayar melaporkan, akibat kejadian ini peserta dari dua Orgaisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalankan sanksi berjemur, push up dan lari jongkok.
Peserta yang menyerobot barisan drum band itu adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dis PMD) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Selayar.
Dua OPD itu menyerobot drum band dari SMK Negeri 5 Kesehatan Selayar yang tampil sebagai barisan depan gerak jalan.
Miskomunikasi
Kepala BPBD Kabupaten Selayar Ahmad Aliefyanto mengatakan kejadian ini karena akibat keasalahpahaman informasi (miskomunikasi).
Bersama Sekretaris BPBD Patta Bau, Kepala BPBD menjelaskan setelah istirahat, peserta dari BPBD memberikan masukan panitia untuk menukar urutan agar tidak monoton.
”Di lapangan ternyata teman-teman kami ingin mengembalikan lagi urutan semula. Akan tetapi sudah tidak ada ruang komunikasi, sehingga menimbulkan kesaklahpahaman. Sehinggamenyerobot drum band di depan yang sudah beraksi,” jelas Ahmad.
Karena itu Ahmad mengatakan telah memohon maaf kepada masyarakat, terutama warga menyaksikan kegiatan gerak jalan.
”Kami juga sudah melaksanakan sanksi dengan lari jongkok dan lari di siang hari, bahkan kami sudah menjemur diri yang totalnya mencapai 38 peserta, termasuk saya,” kata Patta Bau.
Sementara Kepala Dinas PMD, Zulfikri mengatakan peserta dari Dinas PMD telah melaksanakan sanksi push up.
Selain itu 30 peserta berjemur sekitar 20 menit serta lari jongkok di lapangan tenis belakang Kantor Bupati.
Sementara Kepala SMKN 5 Selayar, Asmilasari mengungkapkan kekecewaannya atas insiden dengan drum band siswanya.
”Anak-anak tidak juga menyampaikan. Mereka mungkin takut karena rata-rata pesertanya adalah pejabat.” ungkap Asmilasari. ***













