BERITA TERKINIRAGAM INFO

Sulsel 8 Besar Kasus TBC Tertinggi

×

Sulsel 8 Besar Kasus TBC Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Bulukumba laporkan 375 penderita TBC (Tuberclosis) di daerah tersebut per Juni 2025.

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Berdasarkan data Kementerian Dalama Negeri, Provinsi Sulsel 8 besar kasus TBC tertinggi di Indonesia, awal Juli 2025.

Kementerian Dalam Negeri mengungkapkan data itu pada rapat koordinasi pengendalian inflasi 2025 secara daring, awal Juli 2025.

Delapan provinsi dengan beban kasus TBC tertinggi secara nasional yaitu, Sumut, DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, dan NTT.

Cakupan penemuan kasus TBC baru di Sulsel, per 1 Juli 2025 baru mencapai 29 persen, jauh dari target nasional sebesar 90 persen.

Berdasarkan data dalam rapat tersebut, estimasi kasus TBC di Kota Makassar mencapai 7.970 kasus, namun baru 4.228 kasus yang ditemukan.

Di Kabupaten Bone, dari estimasi 4.560 kasus, baru 792 kasus yang terdeteksi. Di Gowa, dari perkiraan 3.403 kasus, baru ketemu 807 kasus.

Prioritas Pemerintah

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, menyampaikan bahwa penanganan TBC kini menjadi salah satu prioritas pemerintah, termasuk di Sulsel.

“Kami berharap melalui sejumlah program yang telah berjalan, para penderita dapat sembuh,” kata Ishaq Iskandar, Kamis (17/7/2025).

Ishaq menyebut ketersediaan obat di seluruh puskesmas sangat penting, serta mengajak masyarakat lebih peduli terhadap isu kesehatan, terutama TBC.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian TBC sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dan kebersihan lingkungan.

“Intinya adalah, bagaimana memahamkan masyarakat untuk rajin ke puskesmas, rajin ke fasilitas pelayanan kesehatan. Apalagi sekarang ada layanan kesehatan gratis,” jelas Ishaq.

Hadapi Tantangan Besar

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, mengakui bahwa penanganan TBC di daerahnya masih menghadapi tantangan besar.

Data 2024 menunjukkan, angka penemuan kasus (case detection) di Maros baru mencapai 55 persen dari target nasional.

Sementara angka kesembuhan (cure rate) juga masih rendah, hanya sekitar 30,32 persen.

“Ini menjadi perhatian serius. Tanpa dukungan semua pihak, sulit mencapai target eliminasi TBC,” katanya.***

“Karena itu, kita libatkan OPD, camat, kepala desa, kader, dan bahkan anak muda dalam kampanye Sipakatau,” tambahnya. ***

Tinggalkan Balasan