MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem akibat dua bibit siklon tropis yang tengah aktif di sekitar wilayah Indonesia.
Bibit Siklon Tropis 90S
Bibit siklon 90S terpantau telah keluar dari wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dan kini berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Sistem ini menunjukkan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan minimum 1003 hPa. Berdasarkan analisis BMKG, potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan tergolong tinggi, namun dalam 48–72 jam ke depan peluangnya menurun menjadi rendah hingga sedang.
Bibit Siklon Tropis 96W
Sementara itu, bibit siklon 96W terpantau di Laut Filipina bagian timur dan telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 30 knot (56 km/jam) dan tekanan minimum 1000 hPa. BMKG memprediksi potensi berkembangis dalam 24–72 jam ke depan berada pada kategori sedang hingga tinggi.
Dampak Potensial
Kedua sistem ini berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk:
– Gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan barat Bengkulu, selatan Banten, dan selatan Jawa Barat
– Hujan lebat di wilayah Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya
– Angin kencang dan potensi banjir rob di beberapa pesisir
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi Info BMKG.













