BERITA TERKINIRAGAM INFO

Makassar Darurat Banjir

×

Makassar Darurat Banjir

Sebarkan artikel ini
Jumlah pengungsi akibat banjir Kota Makassar sudah mencapai 4.301 jiwa, Rabu (12/2/2025) sore. Makassar darurat banjir.

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Jumlah pengungsi akibat banjir Kota Makassar sudah mencapai 4.301 jiwa, Rabu (12/2/2025) sore. Makassar darurat banjir.

Saat jumlah pengungsi masih bertambah, Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan Surat Keputusan tentang Penetapan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Banjir.

Status kebencanaan ini berlaku sepekan, mulai 10 hingga 17 Februari 2025. Semua stakeholder khususnya yang terkait harus bergerak melakukan langkah-langkah penanganan.

“Karena sudah berstatus tanggap darurat maka pusat juga sudah akan menurunkan bantuan untuk korban banjir,” kata Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Dia melanjutkan, “ Rencananya, besok bantuan sudah tiba di Makassar. Hari ini sementara proses pengiriman.”

Danny mengakui, banjir kali ini lebih parah dari sebelumnya. Dia mengimbau masyarakat segera mengungsi ke tempat-tempat pengungsian yang ada.

“Karena kalau masih bertahan di rumah khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, mereka juga tidak terdata sehingga sangat sulit memberikan bantuan logistik,” kata Danny.

Anggaran Biaya Tak Terduga

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, SK tanggap darurat itu menyatakan bahwa Makassar dalam kondisi darurat bencana banjir.

Untuk itu, seluruh elemen hendaaknya terlibat dalam penanganan atas risiko bencana banjir yang terjadi.

“Dalam kondisi tanggap darurat artinya semua terlibat, jadi seluruh SDM-nya bisa bergerak,” ucap Achmad Hendra Hakamuddin.

Dalam status darurat bencana ini, Pemerintah Kota Makassar bisa menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT) dalam penanganan banjir.

Achmad Hendra mengakui, kondisi banjir tahun ini cukup parah. Banjir biasanya terjadi karena intensitas hujan yang lebat hingga sangat lebat dengan durasi yang panjang.

Pengalaman Baru

Namun kali ini berbeda, meski hujan turun dengan curah yang tinggi namun durasinya tidak terlalu lama atau ada jeda beberapa waktu.

Hendra mengaku, kondisi sekarang ini pengalaman baru. Jika dibandingkan banjir seperti yang lalu-lalu maka banjir yang terjadi tidak separah sekarang ini.

“Misalkan curah hujan di tempat lain, di bagian hulu, kondisi air di bili-bili misalkan, karena maksimal daya tampungnya sehingga itu membuat risiko air tertampung begitu banyak sehingga itu dilepas pelan-pelan jadi itu adalah hal- hal yang perhatian kita dan pengalaman kita,” katanya.

“Ini tidak dalam konteks menyalakan siapa-siapa, ini adalah proses pembelajaran kita semua,” sambungnya.

Pj Gubernur Sulsel Kaget

Banjir yang merendam empat kecamatan di Kota Makassar, Rabu (12/2/2025), mengagetkan Pj Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry.

Titik paling parah di Kecamatan Manggala, banjir mencapai atap rumah warga yang terpaksa mengungsi.

Dalam kunjungan itu, Prof Fadjry Djufry mengaku perlu solusi konkrit untuk mengatasi banjir di Makassar.

Prof Fadjry menyebut ada tiga pihak yang bertanggung jawab. Yakni Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Ke depan harus kita (cari) solusi permanen untuk menyelesaikan banjir. Karena laporan dari warga hampir tiap tahun kejadian,” kata Prof Fadjry di Posko Pengungsian Blok 8 Antang, Makassar.

Pikirkan Mitigasi

Dia mengatakan, “Desember tahun 2024 terdampak dan tahun ini dampaknya semakin besar. Oleh karena itu memang harus dipikirkan bagaimana memitigasi ini supaya bencana dampak banjir ini tidak terulang kemabali.”

“Ini perlu bersama-sama ini, Pemkot, Pemprov dan Kementerian PU juga tentunya untuk melihat seperti apa pengolahan banjir di kota Makassar,” lanjut Prof Fadjry.

Saat ini, lanjut Prof Fadjry, fokus memenuhi kebutuhan para pengungsi. Di antaranya makanan siap saji hingga pakaian layak.

Prof Fadjry tak ingin banjir ini terulang kembali setiap tahunnya yang merugikan masyarakat.

Dua Faktor

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo mengungkapkan ada perbedaan penyebab banjir Januari ini dibandingkan Desember lalu.

Desember lalu banjir terjadi karena intensitas hujan memang meningkat. Sementara Banjir Februari ini terjadi karena dua hal.

“Banjir saat ini karena dibuka di Bili-Bili jadi semua aliran sungai dari Bili-Bili itu terdampak. Yang dulu karena hujan deras, nah sekarang Bili-Bili dibuka untuk menghindari jebol,” kata Amson Padolo, Rabu (12/2/2025).

Elevasi Bendungan Bili-bili Kabupaten Gowa, Sulsel memang meningkat karena intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir ini.

Hal tersebut pun membuat debit air naik di Bendungan Bili-bili dan aliran Sungai Jeneberang.

Bendungan Bili-bili

Dua pintu Bendungan Bili-bili Kabupaten Gowa pun dibuka full, Selasa (11/2/2025), karena debit air meningkat.

Sementara banjir di Maros, kata Amson, memang sudah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Amson mengaku BMKG sudah mengeluarkan peringatan pasang air laut dalam beberapa hari.

Kondisi curah hujan tinggi ditambah pasang air laut membuat daratan di Kabupaten Maros terdampak banjir.

“Memang juga dari awal sudah ada peringatan dari BMKG terkait banjir pesisir. Itu terkena Maros dan Barru. Nah puncak pasang juga sehingga air naik tinggi. Air di darat tidak bisa mengalir ke laut, justru dilaut yang ke darat,” tambah Amson.

Dia minta masyarakat lebih waspada dengan potensi cuaca buruk di Sulsel. (ade)

Tinggalkan Balasan