MAKASSARCHANNEL, BILI-BILI GOWA – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Suryadarma Hasyim mengungkapkan Bendungan Bili-bili status waspada.
Suryadarma mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sekitaran sungai karena kondisi Bili-bili status waspada dengan elevasi air per hari 100,14 Mdpl.
“Statusnya sekarang masih waspada dengan elevasi air perhari ini 100,14 Mdpl itu masih di bawah siaga,” kata Suryadarma, Selasa (11/2/2025).
Buka Dua Pintu Air
Debit air Bendungan Bili-bili meningkat dikarenakan intensitas hujan tinggi dan mengimbau warga tidak melakukan sekitar bantaran sungai.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat sekitar DAS untuk tidak melakukan kegiatan apapun di sekitar DAS baik itu penyeberangan sungai, menambang atau menjala ikan di hilir bendungan atau hilir sungai selama pintu spillway dibuka,” kata Suryadarma.
Dia melanjutkan, saat ini BBWSPJ membuka pintu Bendungan Bili-bili agar mengalir ke arah hilir.
“Jadi memang pintu dua-duanya kita buka untuk mengalirkan ke arah hilir. Pintu bendungan sampai 7 meter dibuka maksimum ya. Kita buka full saat ini,” kata Suryadama.
Tak Perlu Khawatir
Dia mengatakan, meski Bendungan Bili-bili status waspada, namun masyarakat tidak perlu khawatir, sebab elevasi masih 100 Mdpl.
“Untuk kondisi Waspada saat ini, insyaAllah tidak masalah. Soalnya debit air sekarang masih rendah di elevasi 100. Artinya jika elevasi mercu pelimpahnya di 99,50. Artinya, itu masih setengah meter ketinggian di atas mercu pelimpah itu. Kalau makin naik otomatis debitnya makin besar kan,” jelasSuryadarma.
“Curah hujan juga sudah mulai menurun tapi itu butuh waktu sekira 4 – 5 jam karena air kiriman dari hulu pelan-pelan turun juga,” sambung Suryadarma.
Terpisah, Plh BPBD Gowa, Wahyudin, mengimbau masyarakat waspada, khususnya yang berada di wilayah daerah aliran Sungai Jeneberang agar tidak beraktivitas.
“Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk waspada khusus yang berada di wilayah daerah pinggiran aliran sungai jeneberang, jangan melakukan aktivitas ke sungai dan sebaiknya mengungsi dulu ke tempat yang lebih aman,” kata Wahyudin. ***











