MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Tiga SMP di Makassar uji coba penerapan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berlansung, Senin (6/1/2025) secara nasional.
Ketiga sekolah tersebut ialah SMP 23 di Kecamatan Panakkukang, SMP 1 Mamajang, dan SMP 17 Kecamatan Manggala.
Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, M Guntur, mengatakan, percobaan itu mulai, Senin (6/1/2025).
“Besok mulai uji coba, tiga kecamatan menjadi sasaran, Panakkukang, Mamajang, dan Rappocini,” kata Guntur, Minggu (5/1/2025).
Dia melanjutkan, “Kalau SD, saya belum tahu informasinya sekolah mana saja.”
Badan Gizi Nasional
Guntur menyampaikan, program makan bergizi gratis ini akan uji coba selama Januari dan ditangani langsung oleh Badan Gizi Nasional.
Tugas Dinas Pendidikan Kota Makassar menurut Guntur, menyiapkan obyek sasaran penerima bantuan MBG.
Dia mengatakan, ada 230 ribu pelajar SD maupun SMP yang menjadi sasaran penerimaan bantuan makan siang gratis ini.
“Kalau SD saya belum tahu berapa sekolah yang ikut uji coba. Semua ditentukan oleh Badan Gizi Nasional. Yang jelas tiga kecamatan tadi,” ujar Guntur.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, mengatakan, Pemkot Makassar mendukung program tersebut sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Hanya saja, Pemkot Makassar tak menyiapkan anggaran untuk makan bergizi gratis pada APBD Pokok 2025.
Kata Zulkifli Nanda, “Sejauh ini belum ada petunjuk teknis (juknis) terkait maupun juklak terkait program ini.”
Tunggu Ketententuan Teknis Pemprov
Dia mengaku masih menunggu ketentuan teknis tersebut dari Pemerintah Provinsi Sulawesi untuk bisa mengambil langkah.
“Anggaran makan siang gratis (di APBD Pokok 2025) belum ada, karena kita menunggu ketentuan teknis atau juklak dari provinsi. Tapi pada prinsipnya Wali Kota Supporting terkait itu, karena masuk dalam RPJMN,” ucap Guntur.
“Kan ini prinsipnya daerah hanya melakukan supporting mengenai makan siang gratis. Pada dasarnya sudah ada Pemprov dan lembaga yang tangani makan siang gratis ini, kita hanya supporting,” lanjut Guntur.
Kontribusi Pemkot Makassar bukan hanya pada anggaran, tapi juga melalui penyediaan data terkait sasaran penerima manfaat program makan bergizi tersebut. (ade)













