MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Tujuh penyuluh di Sulawesi Selatan masuk nomine seleksi penerima penghargaan Penyuluh Agama Islam Award 2025 yang dilaksanakan Kementerian Agama.
Tujuh nomine itu akan bersama nomine lainnya keseluruhan 90 orang di seluruh Indonesia akan mengikuti seleksi tahap berikutnya. Penetapan nomine diumukan Selasa (15/7/2025).
Mengutip situs resmi Kementerian Agama, ajang seleksi Penyuluh Agama Islam Award 2025 ditambah satu kategori menjadi sembilan kategori.
Dari seleksi tahap pertama, dewan juri menetapkan 90 peserta menjadi nomine atau 10 orang masing-masing kategori.
Sembilan kategori itu masing-masing: peningkatan literasi Al Quran, pendampingan kelompok rentan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, pendampingan hukum, pelestarian lingkungan, metode penyuluhan baru, penguatan moderasi beragama, dan anti korupsi.
7 Nomine dari Sulsel
Sebanyak tujuh peserta dari Sulsel masuk nomine di tujuh kategori. Tujuh nomine dari Sulsel itu masing-masing:
Salmiyah (kategori peningkatan literasi Al Quran)
Arni Madjid (kategori pendamping kelompok rentan)
Agusman (kategori kesehatan masyarakat)
Muhammad Aris (kategori pendampingan hukum)
Rusman (kategori pelestarian lingkungan)
Hamdan Nanjar (kategori moderasi beragama)
Anggi Anggraini (kategori anti korupsi).
Para penyuluh merupakan peserta terbaik hasil seleksi tahap I pada 3–5 Juli 2025 di Bogor, melalui penilaian portofolio, karya tulis ilmiah, dan video penyuluhan.
Kepala Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam Direktorat Penerangan Agama Islam, Jamaluddin M. Marki mengatakan, seleksi ini melibatkan tim juri independen.
Mereka akademisi dari UI dan UIN Jakarta, praktisi IT, serta peneliti BRIN. Selain itu, pendapat publik dari 19.886 responden.
31 Juli Batas Mengirim Bahan Presentasi
Jamaluddin menekankan kepada para nomine untuk mengirim bahan presentasi untuk proses penilaian tahap selanjutnya.
“Nomine wajib mengunggah bahan presentasi dalam bentuk PowerPoint, video, atau dokumen pendukung lainnya ke link Jotform resmi yang sudah dibagikan panitia, paling lambat 31 Juli 2025,” jelas Jamaluddin di Bogor.
Selain itu, para nomine juga harus membawa 3 rangkap hard copy presentasi saat registrasi seleksi tahap II di Jakarta, Agustus mendatang. Penilaian akhir akan melalui presentasi dan wawancara langsung di hadapan dewan juri.
Berikut daftar 90 nomine Penyuluh Agama Islam Award 2025:
Kategori Peningkatan Literasi Al-Qur’an
1. Salmiyah – Sulawesi Selatan
2. Hujjatul Balegha – Sumatera Selatan
3. Putri Mizanna – Aceh
4. Sastra Yunita – Sumatera Barat
5. Fithriani – Kalimantan Selatan
6. Syamsidar – Sumatera Utara
7. Cici Zuhriah Irfan – Sulawesi Barat
8. Rosyid Muhammadi – Jawa Tengah
9. Yulianta – Yogyakarta
10. Anwar Hidayat – Jawa Barat
Kategori Pendampingan Kelompok Rentan
1. Pepi Rosanti – Sumatera Barat
2. Andi Ariani Hidayat – Sulawesi Barat
3. Suripah – Bengkulu
4. Arni Madjid – Sulawesi Selatan
5. inun Zaujah – Sulawesi Tenggara
6. Suhanda – Jawa Barat
7. Husnur Rosyidah – DI Yogyakarta
8. Riska Duduti – Gorontalo
9. Kambali – Jawa Tengah
10. Fery Shofiana – DKI Jakarta
Kategori Kesehatan Masyarakat
1. Nada Aprianti Ayulia – Bengkulu
2. Khotimatul Husna – DI Yogyakarta
3. Ahmad Hudaifah – Jawa Timur
4. Sasmitasen – Kalimantan Barat
5. Fajriatan Noor – Kalimantan Selatan
6. Tasripan – Jawa Tengah
7. Agusrimanda – Sumatera Barat
8. Eneng Nurhayati – Jawa Barat
9. Agusman – Sulawesi Selatan
10. Samiun Kaliky – Maluku
Kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat
1. Shofwah Tafasir – Jawa Barat
2. Nur Samsyah – Kalimantan Utara
3. Yessi Ardilla – Bengkulu
4. Suharman – Sumatera Barat
5. Faidus Sa’ad – Jawa Tengah
6. Azzahra Maulida Tantri – Bali
7. Rifat Ramadhani – Kalimantan Selatan
8. Zuraidah – Kalimantan Barat
9. Yusnawaty Datau – Gorontalo
10. Marwana – Sulawesi Tenggara
Kategori Pendampingan Hukum
1. Mustaqim – Jawa Tengah
2. Febi Haryadi – Bengkulu
3. Siful Bahri – Bali
4. Mansyur – Aceh
5. Isnain – Kalimantan Selatan
6. If Habibi – Sumatera Barat
7. Sofyan Hadi – Jawa Timur
8. Faik Rahimi – Sumatera Selatan
9. Nurlya Salim – Maluku
10. Muhammad Aris – Sulawesi Selatan
Kategori Pelestarian Lingkungan
1. Arif Zamroni – Jawa Timur
2. Sri Eliyati – Kalimantan Barat
3. Muchamad Arief Mulyadi – Jawa Barat
4. Muhammad Awaluddin – Jambi
5. Miftachul Aziz – Jawa Tengah
6. Ahmad Rosihul Ilmi – NTB
7. Rio Dwinanda – Sumatera Barat
8. Rusman – Sulawesi Selatan
9. Nurfajeri Isnawati – Sulawesi Tenggara
10. Tri Suparliyah – Kalimantan Tengah
Kategori Metode Penyuluhan Baru
1. Husnul Khotimah – Jawa Timur
2. Eka Apriyani – Sumatera Selatan
3. Imamul Muttaqin – Sumatera Barat
4. Syaipullah – Kalimantan Selata
5. Muh Ngirhashon – Jawa Tengah
6. Abdurrahman Al Muhasibi – Lampung
7. Sakhirin – Yogyakarta
8. Syafri – Sulawesi Barat
9. Muhammad Yusuf – Kepulauan Riau
10. Amiruddin – Kalimantan Barat
Kategori Penguatan Moderasi Beragama
1. Mc. Mifrohul Hana – Jawa Tengah
2. Nurjannah – Aceh
3. Mohammad Mas’ud – Jawa Timur
4. Siti Lailatul Mukarromah – Sulawesi Tengah
5. Muhammad Muhlisin – Bali
6. Ida Fitriana – Bengkulu
7. Nurhidayat – Sulawesi Tenggara
8. Marlena – Sumatera Barat
9. Hamdan Nanjar – Sulawesi Selatan
10. Sri Sumiyatun – Yogyakarta
Kategori Anti Korupsi
1. Anggi Anggraini – Sulawesi Selatan
2. Herawati Suyatno Putri – Jawa Tengah
3. Kurnia Pramujiharso – Yogyakarta
4. Ratna Sari – Sumatera Utara
5. Usep Nur Akasah – Jawa Barat
6. Ihyauddin Jazimi – Gorontalo
7. Andriani – Jambi
8. Wahyu Qadri – Aceh
9. Fatkur Rohman – Bengkulu
10. Amrullah Pandu Satriawan – Sumatera Selatan
****













