Launching buku bersama ini menghadirkan narasumber Yulianti Tanyadji, co-owner Mama Cafe, dan Madia S Naura, konsultan naskah dan penulis, dengan moderator Hardianti. Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan buku oleh penulis kepada Kepala UPT Perpustakaan Abdul Hadi mewakili Kepala DPK Sulawesi Selatan, Mohammad Hasan Sijaya.
Kepala DPK Sulsel Hasan Sijaya dalam sambutan tertulisnya dibacakan Abdul Hadi, mengapresiasi atas hadirnya kelima buku tersebut. Disampaikan upaya menarik minat orang untuk membaca harus terus dilakukan. Penerbitan buku dinilai sebagai salah satu cara mengalihkan perhatian agar orang tertarik baca buku.
Berita Terkait :
Bedah Buku Maharku Pedang Dan Kain Kafan
Disampaikan, generasi muda yang cerdas dan unggul perlu diperbiasakan untuk membaca dan ke perpustakaan. Upaya itu bukan hanya jadi tanggung jawab perpustakaan tapi juga semua pemangku kepentingan. Para penulis yang melahirkan buku, pada hari ini, akan jadi contoh bagi perempuan dan komunitas-komunitas lainnya dalam menumbuhkan budaya baca dan gerakan literasi.
Yulianti Tanyadji, mengungkapkan, setelah dia kenal lebih dekat dengan Bunda Rahmi, dia makin tahu secara personal. Dia mengaku tersentuh dengan kejujuran beliau. Bunda Rahmi, misalnya membuka diri dengan tetangga, sering ngobrol dan bahkan menyediakan sebagian ruang rumahnya untuk PAUD.
Selain itu, ada banyak nilai yang ditanamkan Bunda Rahmi ke anak-anaknya untuk menghargai perempuan. Khusus dalam buku “Kuntum Mawar”, ada 3 hal yang bisa dipetik dari buku tersebut. Yakni, prinsip hidup, hubungan keluarga, dan keinginan untuk membangun lingkungan.
Madia S Naura, menilai ciri seorang Duta Baca ada pada diri Kiky yang mampu menyampaikan gagasan dengan baik, tanpa terburu-buru. Terkait Bunda Rahmi, dia mengapresiasi seorang perempuan politisi yang menulis buku. Menurutnya, bila perempuan mampu mengelola 20.000 kata setiap hari maka akan jadi buku.
“Perempuan yang melahirkan buku, berarti punya keinginan besar untuk berbagi kepada perempuan lain,” kata penulis buku anak Pung Julung-julung itu. (her)













