MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Sebanyak 45.904 warga Kota Makassar akan mendapat bantuan beras melalui skema Penerima Bantuan Pangan (PBP) tahap satu.
Kecamatan terbanyak warganya tercatat sebagai PBP terbanyak adalah Kecamatan Tallo 8.297 warga, menyusul Kecamatan Tamalate 6.722, dan Kecamatan Makassar 4.382.
Sementara kecamatan dengan PBP paling sedikit adalah Kecamatan Ujung Pandang hanya 237 warga, Kecamatan Wajo 351, dan Kecamatan Kepulauan Sangkarrang 843 warga.
Mereka akan mendapatkan bantuan berupa beras 10 kg secara gratis dari Kementerian Sosial.
Persiapan bantuan penyaluran pangan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) di Ruang Pertemuan Sipakalebbi, Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kamis (25/1/2024).
Bulog Siapkan 459.040 Kg
Pemimpin Perum Bulog Cabang Makassar Karmilah Hasmin Maruntah mengatakan, Bulog menyiapkan 459.040 kg beras untuk penyaluran PBP tahap satu.
“Kita sudah siapkan kebutuhan beras tahap I untuk PBP di Kota Makassar sebanyak 459.040 kg,” ucap Karmilah.
Bulog sisa menunggu informasi dari Pemkot Makassar kapan penyaluran tersebut akan dilaksanakan.
Saat ini, menurut Kamila, terdapat sekitar 7 ribu ton beras di gudang Bulog. Cadangan beras itu dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan warga Makassar sampai akhir Ramadan 2024 ini.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian Pemkot Makassar Fatur Rahim menjelaskan, data jumlah PBP sebanyak 45.904 yang akan menerima penyaluran beras bersifat quantum atau data valid.
Namun demikian, lanjutnya, sewaktu-waktu bisa saja berubah kalau ada penerima manfaat yang meninggal dunia atau pindah ke daerah lain.
Mantan Kepala Dinas Kearsipan Makassar itu mengatakan, seluruh aparat terkait lingkup Pemkot Makassar, mulai tingkat kelurahan, kecamatan hingga Dinas Ketahanan Pangan sudah siap untuk melakukan penyaluran beras tersebut kepada warga yang berhak menerima.
“Pada saat rapat, kami sudah tekankan, penyalurannya harus betul-betul dilaksanakan setelah siap semua. Itu untuk meminimalisir hal-hal negatif di lapangan,” tegasnya.
Waktu Yang Tepat
Dia melanjutkan, pihak kelurahan maupun kecamatan juga harus memperhatikan updating data di wilayah masing-masing.
Walaupun data penerima manfaat sudah ada, namun kemungkinan bisa saja ada perubahan data selama bulan berjalan.
“Karena siapa tahu ada warga penerima manfaat yang pindah daerah, ada yang meninggal, itu harus segera di-updating,” kata Fatur.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar, Alamsyah Sahabuddin pihaknya akan segera memfasilitasi penyaluran beras untuk para penerima manfaat.
“Secepatnya akan kita laksanakan. Kita atur dulu waktu yang tepat. Kalau semua sudah siap, kita akan fasilitasi penyalurannya,” janjinya. (ade).













